Bidik Bandung Timur Bebas Banjir 2028, Farhan Ungkap Dampaknya ke Nilai Tanah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan, kawasan Bandung Timur bebas banjir pada 2028.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan, kawasan Bandung Timur bebas banjir pada 2028. Penanganan banjir kawasan itu kini disiapkan melalui skema yang melibatkan sejumlah lembaga pemerintahan.
Dia mengatakan, kawasan Bandung Timur menjadi salah satu fokus penanganan banjir. Wilayah terdampak, membentang dari Ciwastra hingga Gedebage dan berkaitan dengan sistem sungai Citarum.
“Kelihatannya, solusinya bisa kita dapatkan di 2027-2028 untuk Bandung bagian timur,” kata Farhan, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, target utama penanganan banjir di kawasan Timur adalah menciptakan kondisi bebas banjir pada 2028. Konsep penanganan yang disiapkan, diharapkan mampu menyelesaikan persoalan secara bertahap.
“Target kami adalah 2028 betul-betul bebas banjir daerah Timur itu, dengan konsep yang kami miliki,” ucapnya.
Farhan menilai, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya berdampak pada kenyamanan warga. Kondisi kawasan yang lebih aman dari banjir, dinilai dapat mendorong peningkatan nilai investasi tanah di Bandung Timur.
“Maka nilai investasi tanah di bagian Timur pun akan naik,” ujar dia.
Penanganan kawasan Timur juga berkaitan dengan sistem Citarum. Dia menyampaikan, Kota Bandung akan mengikuti arah kebijakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sebagai lembaga yang menangani sistem sungai di kawasan itu.
“Kita bisa selesaikan sendiri dulu, terutama karena kita menjadi bagian dari sistem Citarum. Kita tinggal mengikuti arah kebijakan BBWS Citarum seperti apa, kita akan ikuti,” ucapnya.
Farhan menyebut, skema penanganan banjir akan melibatkan sejumlah lembaga di tingkat nasional. Kementerian Keuangan dan Bappenas, disebut masuk dalam pembahasan selain BBWS dan lembaga lain yang berkaitan dengan pengelolaan sistem sungai.
“Skemanya nanti akan melibatkan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan juga tentu saja beberapa lembaga lain seperti BBWS yang merupakan penanggung jawab terhadap sistem sungai di Timur,” tutur dia.
Di sisi lain, dia menyebut persoalan banjir Bandung bagian Barat memiliki tantangan berbeda. Penanganannya, membutuhkan pembahasan lintas wilayah karena berkaitan dengan Kabupaten Bandung dan sejumlah kawasan perbatasan.
Farhan juga menyoroti kawasan Cimindi yang berkaitan dengan wilayah Cimahi. Koordinasi lintas daerah, dinilai menjadi bagian penting agar penanganan banjir di kawasan Barat bisa berjalan secara menyeluruh.
“Yang Barat ini saya lagi menunggu koordinasi bersama dengan bupati dan juga gubernur,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

