Bima Ingin Alun-alun Kota Bogor Seperti di Eropa
Wali Kota Bogor Bima Arya menargetkan alun-alun Kota Bogor terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor. Pemkot Bogor mendapatkan dana hibah Rp15 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk merealisasikannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya menargetkan alun-alun Kota Bogor terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor. Pemkot Bogor mendapatkan dana hibah Rp15 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk merealisasikannya.
"Dana Rp15 miliar bantuan dari pak gubernur Jawa Barat karena tidak semua kota dapat, tergantung lokasi. Ini lokasi di Bogor termasuk yang strategis dan grand desainnya Insya Allah bagus," tutur Bima usai brief staff di Taman Topi pada Selasa (7/1/2020) pagi.
Soal Alun-alun, kata Bima, ada beberapa usulan nama. Bima menyebut ada usulan alun-alun Dewi Sartika, ada usulan alun-alun kapten Muslihat dan ada usulan alun-alun Pakuan. "Tapi kemarin disepakati namanya alun-alun Kota Bogor yang lebih netral, tetap Dewi Sartika dengan Kapten Muslihatnya nanti diabadikan disini. Dari beberapa desain ditekankan itu," ungkap Bima.
Menurutnya, selain alun-alun akan ada tourism information center, akan ada lapangan dan joging track. Juga akan ada semacam theater, jadi 500 bisa berkumpul mengadakan pagelaran seni dan lain-lain.
"Tapi saya tekankan, semua harus terintegrasi jadi saya pesan ke pak Chusnul dipastikan tahun ini pengerjaan trotoarnya. Kepada pak Theo Kabid Dalops Satpol PP mulai disosialisasikan di ruko KFC sebarang Taman Topi, jadi kalau disini sudah rapih, sekitarannya juga harus rapih," tambahnya.
Bima menjelaskan, pemagaran Taman Topi segera dilakukan, sampai batas ujung trotoar juga dipastikan pagar posisinyadiluar trotoar sehingga kalau ada parkir pinggir jalan harus ditertibkan. Alun-alun didesain terintegrasi dengan masjid Agung juga stasiun kereta.
"Seperti di Eropa, disana kan Gereja menyatu dengan taman serta tempat publik lain. Nah ini Masjid Agung kan, Bandung aga terpisah dikit, kami ingin menyatu betul dan masjid sudah di evaluasi dikit Rp15 miliar terserap," tuturnya.
Bima menuturkan, yang lalu lalang keluar dari stasiun akan kesini. Nanti trem juga akan melintasi ke sini, insya Allah trem di Baranangsiang, kemudian masuk ke Otista kemudian ke Djuanda dan belok ke sini. Trotoar akan disesuaikan Disini, jadi sayang kalau dibongkar dua tahun lagi untuk trem.
"Untuk masjid Agung, kami mengejar terusa rekomendasi teknis," pungkasnya.
Ditempat yang sama, Humas PT Eksotika, Basiran menuturkan, tahap pengosongan mulai dari mainan-mainan, pagar-pagar dan atapnya sudah terangkat dari tanggal 2 Januari sampai hari ini, kurang lebih 16 truk sudah mengangkat barang-barang. Jadi tinggal sedikit lagi, untuk bangunan diserahkan ke Pemkot Bogor, sebagian sudah pindah pedagang yang berjualan didalam bangunan Taman Topi.
"Kami sudah tidak ada masalah, pedagang pindah dengan tertib. Jumlah pedagang kurang lebih 30 pedagang, termasuk didalam taman ria. Karyawan disini pindah ke taman sari Ciapus. Sebagian disini masih pelaksanaan pembongkaran, tempat baru tiga bulan akan beroperasi lagi," tuturnya.
Basiran melanjutkan, Taman Topi sendiri dibangun tahun 1986, perjanjian dengan Pemkot Bogor tahun 1988 sampai 2018 tapi kebijaksanaan Pemkot Bogor pihaknya diberikan waktu sampai Januari tahun 2020 kurang lebih 31 tahun. Awalnya dahulu merupakan Kebun Kembang, lalu jadi terminal kemudian diinginkan pak wali kota saat itu Muhammad dijadikan taman kembali.
"Sebutan Taman Topi itu dari masyarakat, karena ada bangunan seperti topi. Kalau pengunjung hari biasa itu 200 sampai 300 dan weekend sampai 3.000 orang lebih," pungkasnya. (Rizky Mauludi)
Editor : JakaPermana


