Bio Farma Salurkan 3.000 Vaksin Td dan Bantuan Kesehatan Warga Terdampak Gempa NTT
Bio Farma bersama Kimia Farma Group dan Indofarma menyalurkan sejumlah bantuan, terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bio Farma bersama Kimia Farma Group dan Indofarma menyalurkan sejumlah bantuan, terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons terpadu Bio Farma Group, sebagai bagian dari ekosistem Danantara. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat, relawan, serta warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Salah satu dukungan yang digelontorkan berupa 3.000 dosis vaksin Tetanus Difteri (Td). Vaksin itu disiapkan untuk membantu memberikan perlindungan kesehatan bagi relawan dan masyarakat terdampak, berdasarkan kebutuhan di lapangan dan ketentuan pelayanan kesehatan.
Selain vaksin, Bio Farma Group turut mengirim obat-obatan, vitamin, alat kesehatan, perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), hingga kebutuhan dasar.
Bantuan lainnya meliputi hygiene kit, selimut, makanan dan minuman, susu, serta perlengkapan bagi bayi dan balita, termasuk popok.
Penyaluran bantuan telah dimulai sejak 17 Agustus 2026 dan masih berlanjut. Distribusi dilakukan secara bertahap, agar bantuan dapat mengikuti kebutuhan masyarakat yang terus berkembang selama masa tanggap darurat.
Guna memastikan bantuan tepat sasaran, Bio Farma Group menggandeng sejumlah institusi. Koordinasi dilakukan bersama Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan daerah di NTT, TNI Angkatan Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), BNPB, BPBD Provinsi NTT, hingga jaringan Bio Farma Group di daerah.
Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam penanganan gempa NTT bukan sekadar aktivitas penyaluran bantuan.
"Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat menjadi fokus respons kami. Bio Farma Group bergerak sebagai satu kesatuan dengan mengintegrasikan kapabilitas Bio Farma, Kimia Farma Group, dan Indofarma serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak," ujar Shadiq dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).
Menurut Shadiq, integrasi antarentitas menjadi kekuatan utama Bio Farma Group dalam menghadapi situasi kebencanaan. Setiap perusahaan memiliki kemampuan yang dapat saling menopang, mulai dari produksi vaksin dan produk biologi, farmasi, layanan kesehatan, hingga distribusi.
"Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung penanganan dan pemulihan yang lebih terpadu," ucapnya.
Sinergi tersebut menunjukkan bila kekuatan industri kesehatan tidak hanya dapat menopang kebutuhan bisnis, tetapi juga dimobilisasi ketika terjadi krisis kemanusiaan.
Bagi Bio Farma Group, penanganan bencana menjadi salah satu momentum untuk menguji sejauh mana kompetensi, jaringan, dan sumber daya perusahaan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi Bio Farma, Kimia Farma Group, Indofarma, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya, dukungan bagi masyarakat terdampak gempa NTT akan terus diperkuat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bio Farma Group dalam memperluas manfaat kesehatan, memperkuat ketahanan kesehatan nasional, dan menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan di tengah kondisi darurat.
Editor : Doni Ramdhani

