Ade Yasin Minta Forum UMKM Meningkatkan Kualitas Produksi dan Pemasaran Produk Anggota

Ade Yasin meminta Forum UMKM Kabupaten Bogor berkontribusi dalam meningkatkan kualitas produk dan pemasaran produk anggotanya.

Ade Yasin Minta Forum UMKM Meningkatkan Kualitas Produksi dan Pemasaran Produk Anggota
Ade Yasin

INILAH, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin meminta Forum Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bogor berkontribusi dalam meningkatkan kualitas anggotanya. Hal itu agar pelaku UMKM bisa turut serta dalam akserasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor.

Menurut Ade Yasin, pengembangan sektor UMKM diharapkan bisa menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi Kabupaten Bogor yang masih mengalami banyak kendala.

"Saya berharap Forum UMKM bisa memaksimalkan program dan membantu pemerintah dalam upaya mendongkrak kualitas UMKM di Bumi Tegar Beriman," harap Ade Yasin yang disampaikan ke wartawan, Jumat 10 September 2021.

Baca Juga: Danrem 061 dan DPRD Bersinergi Pulihkan Ekonomi Kabupaten Bogor, Ini Programnya

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi sektor UMKM terhadap serapan tenaga kerja sebesar 25,27 persen atau sebanyak 592.089 orang dari total sebanyak 2.342.939 angkatan kerja yang terserap.

Namun, pengembangan UMKM masih mengalami banyak persoalan dari mulai legalitas, kemampuan produksi hingga pemasaran.

Ade Yasin pun meminta beberapa persoalan tersebut bisa segera dicarikan solusi dengan mensinergikan program pemerintah dengan program Forum UMKM dan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Juragan Gorila Beromset Miliaran Rupiah Kerja di Kafe Sebagai Samaran?

"Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas akses UMKM. Contohnya saat diminta membuka Hypermart saya mensyaratkan agar produk lokal Kabupaten Bogor bisa masuk dan mereka setuju," pintanya.

Namun, dari 129 produk yang diajukan pemerintah hanya 39 produk yang disetujui. Hal tersebut dikarenakan masih ada sejumlah produk yang belum memenuhi standar baik dari aspek legalitas maupun kualitas produk.

"Dan yang bisa masuk juga belum bisa memenuhi permintaan dalam jumlah besar karena sistem pembayarannya tempo, bisa 14 hari baru dibayar. UMKM modalnya terbatas, mereka maunya setelah laku baru bayar atau konsinyasi," ungkap Ade Yasin.

Baca Juga: Polres Bogor Ungkap Peredaran Ganja Sintetis Asal Cina, 7 Orang Tersangka Bandar-bandar Besar

Ia menjelaskan terobosan lainnya adalah dengan mempermudah proses perijinan, sertifikasi halal, dan akses permodalan. Selain itu, pemerintah juga telah membuka akses pemasaran digital dengan menggandeng platform marketplace alibaba.com untuk memasarkan produk UMKM Kabupaten Bogor.

"Namun, belum banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Padahal kita bayar loh, Rp75 juta pertahun. Karena itu saya minta Forum UMKM dan juga Kabekraf untuk mendampingi mereka memanfaatkan fasilitas tersebut," kata Ade Yasin.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Kabupaten Bogor Hasan Haikal Thalib mengatakan persoalan yang banyak dihadapi UMKM Kabupaten Bogor terkait pemasaran dan legalitas.

Baca Juga: 25 Santri dan 1 Guru Pendamping Pondok Pesantren di Kota Bogor Positif Covid-19

"Ini persoalan klasik yang dialami pelaku UMKM. Untuk itu, kami akan ajukan di Kabupaten Bogor terkait pendampingan UMKM di kabupaten bogor," kata Hasan.

Pria berdarah timur tengah ini menginginkan agar ada satu wadah yang bisa menjadi tempat pelaku UMKM berkonsultasi untuk meningkatkan usaha mereka.

"Harapannya, Pemda Kabupaten bogor membuat rumah konsultasi, sehingga UMKM bisa berkonsultasi dan mendapat pembinaan untuk meningkatkan usaha mereka," tukasnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran