Dibiayai Dana PEN, Pemkot Bogor Mulai Tata Kawasan Suryakencana
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor tengah menggarap proyek peningkatan Jalan Suryakencana yang dibiayai dana PEN.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor tengah menggarap proyek peningkatan Jalan Suryakencana yang dibiayai dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Tender pekerjaan konstruksi ini dimenangkan PT Tri Manunggal Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp29,6 miliar dari nilai pagu sebesar Rp30,7 miliar.
Kepala Bidang Pembangunan dan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor Dadan Hamdani mengatakan, proyek peningkatan Jalan Suryakencana dilaksanakan secara bertahap di delapan jalan serta dua koridor gang 1 dan 2. Tahap pertama, pekerjaan meliputi Jalan Bata, Kelenteng, dan Rangga Gading.
Baca Juga: Membandel, Tim Gabungan Pemburu Pelanggar PPKM Tutup Zentrum Lounge dan Karaoke
"Sejauh ini pada tahap pertama yang sedang dikerjakan Jalan Bata. Sekarang sedang pelaksanaan pengerjaan Jalan Bata sudah selesai, tapi volume masih sedikit. Tapi untuk sosialisasi di tahap pertama ini sudah selesai," ungkapnya, Senin 13 September 2021.
Dadan melanjutkan, sembari pekerjaan tahap pertama berjalan pihaknya juga melakukan sosialisasi ke warga sekitar pekerjaan tahap dua hingga empat. Untuk pekerjaan tahap dua meliputi Jalan Pedati dan Lawang Seketeng, tahap tiga di Jalan Surken dan tahap empat Jalan Roda dan Cincau.
"Jadi kami masih sosialisasi ke warga di jalan lainnya. Tahap dua tadi (sosialisasi) baru selesai. Untuk Jalan Pedati memang ada kendala di louding barang yang rata-rata grosiran dan kendaraan besar. Tadi sempat ada pertanyaan bagaimana pas pelaksanaan nanti karena jalan menjadi kecil. Kami kasih celukan juga untuk louding barang dan parkir di Jalan Lawang Seketeng," tuturnya.
Baca Juga: Rocky Gerung vs Sentul City: Haris Azhar Pertanyakan HGB Pengembang
Dadan menjelaskan, sementara untuk Jalan Pedati relatif tidak ada kendala di pengerjaan jalan, hanya keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Untuk ini, pihaknya akan koordinasi dengan Satpol PP, UMKM dan wilayah agar pada saat pelaksanaan nanti PKL bisa dipindah dahulu.
"Proyek ini akan memakan waktu selama 138 hari kalender dengan peningkatan jalan betonisasi yang nantinya memiliki pola pada beton. Sedangkan pada koridor gang 1 dan 2 memiliki konsep pecinaan dengan tema yang berbeda di setiap gang," jelasnya.
"Kami terus terang kejar-kejaran dengan waktu, karena kalau beton biasa aman, tapi ini setelah dicor ada pola beton. Itu titik kritisnya. Termasuk kendala di louding barang, PKL, parkir termasuk cuaca, tapi kita semua berusaha mudah-mudahan bisa selesai sesuai target," tambahnya.
Baca Juga: PKS Kabupaten Bogor Ikut Melindungi Negeri dengan Vaksinasi 1.250 Jiwa
Diisinggung akan ada penutupan jalan saat pengerjaan tahap tiga, Dadan mengatakan wacana tersebut memang pernah mengemuka dimana pelaksana mengerjakan pengecoran jalan per segmen. Namun, hal itu masih dicarikan solusinya. (rizki mauludi)
Editor : inilahkoran


