PTM Terbatas, Kadisdik Kota Bogor Imbau Siswa Gunakan Transportasi Online

Dinas Pendidikan Kota Bogor mengimbau orang tua siswa mengarahkan anaknya menggunakan transportasi online saat ke sekolah.

PTM Terbatas, Kadisdik Kota Bogor Imbau Siswa Gunakan Transportasi Online
PTM Terbatas di Kota Bogor.

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Pendidikan Kota Bogor mengimbau agar orang tua siswa mengarahkan anaknya untuk menggunakan jasa transportasi daring untuk berangkat ke sekolah, hal ini dilakukan guna mencegah siswa-siswi terpapar Covid-19 saat menggunakan angkutan umum.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim guna menjaga agar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) berjalan dengan lancar dan baik.

"Memang ada kekhawatiran masyarakat, siswa terpapar ketika naik angkutan umum ke sekolah. Kalau soal kekhawatiran, siapa yang tidak khawatir. Tidak ada orang yang tidak khawatir ketika PTMT dimulai. Tapi kita perlu antisipasi, kenapa kita tidak anjurkan naik angkutan umum? Karena perjalanan naik angkot, sulit menjamin dari sisi jaga jarak," ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Hanafi kepada INILAHKORAN, usai meninjau PTMT pada Senin (4/10/2021) siang.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka di Bogor, SMP Tertib Tapi SMA Timbukan Kerumunan usai Bubaran

Hanafi melanjutkan, akan tetapi kalau angkutan umumnya bisa jaga jarak, apakah kosong, kenapa tidak gunakan angkutan umum.

"Makanya kami anjurkan paling tidak pake ojek online. Jangan sampai di rumah steril, di sekolah steril, di jalannya tidak steril. Itu yang tidak kita inginkan sehingga kewaspadaan ini harus dipahami secara individu, baik anak maupun orang tua," terangnya.

Hanafi membeberkan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk PTM terbatas, tentu dengan persiapan yang tidak sebentar dan tidak sesederhana. Karena Kota Bogor sudah level 3, mudah-mudahan terus turun sehingga sudah memungkinkan dilakukan PTM.

Baca Juga: Mantap, 200 Sekolah di Kota Bogor Siap PTM Terbatas, Ini Tingkatannya

"Nah, untuk gelombang I ini ada 44 sekolah SMP negeri dan swasta. Menyusul 27 yang sedang kami verifikasi. Artinya sebelum PTM Terbatas, kami verifikasi sesuai dengan SKB 4 Menteri, vaksinasi tetap simultan berjalan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan usai pemantauan PTM Terbatas dirinya memiliki beberapa catatan.

"Ya, alhamdulillah setelah 1,5 tahun menanti, tanggal 4 Oktober 2021 ini kita membuka PTM di Kota Bogor. PTMT tahap 1 ada 44 sekolah SMP, 115 SMA/SMK, 30 Madrasah dan 11 SLB. Beberapa sekolah mulai Rabu, 6 Oktober karena mereka sedang melaksanakan Asisten Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Kemudian yang sudah mulai PTMT lengkapnya tanggal 11 Oktober 2021 mendatang," ungkap Dedie A Rachim kepada INILAH.

Baca Juga: Rudy Susmanto Apresiasi Kinerja Kapolres Bogor yang Turut Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Dedie A Rachim menyebutkan, untuk hari ini sudah dicek persiapan, bahkan SMA Negeri 1 Kota Bogor sudah melaksanakan ujian tengah semester atau Penilaian Tengah Semester (PTS).

"Catatan, prokes harus dilaksanakan, sudah divaksin juga siswa-siswinya, tapi beberapa anak menggunakan sarana angkutan umum. Harus ada treatment khusus, jangan sampai sekolah steril, rumah steril, di tengah perjalanan tidak aman," tuturnya.

Dedie A Rachim menyebutkan, harus ada desinfektan chamber setiap ruangan atau seperti tadi di SMP Negeri 1 Kota Bogor, ada petugas membawa desinfektan.

"Sebagai catatan, 1,5 tahun hampir 40 ribu orang kota Bogor terpapar Covid-19, hari ini masih dirawat tiga orang dari 50 yang masih terjangkit Covid-19. Ini harus ditekan lagi, saya mohon, Pak Made KCD memperhatikan ini," pungkas Dedie A Rachim.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran