Duh, 120 Pohon di Kota Bogor Kondisinya Tak Sehat Bahkan Masuk Kategori Merah

Disperumkim Kota Bogor membeberkan data terbaru hingga Oktober tahun 2021 ada 120 pohon yang masuk dalam kategori merah atau kurang sehat

Duh, 120 Pohon di Kota Bogor Kondisinya Tak Sehat Bahkan Masuk Kategori Merah
120 pohon yang masuk dalam kategori merah, pohon tersebut tersebar dibeberapa jalan-jalan protokol.
INILAHKORAN, Bogor - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor membeberkan data terbaru hingga Oktober tahun 2021 ada 120 pohon yang masuk dalam kategori merah, pohon tersebut tersebar dibeberapa jalan-jalan protokol.
 
Selain itu Disperumkim tahun ini akan menambah penelitian pohon, yang rencananya akan dilakukan bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehutanan. Juga untuk melanjutkan program KTP pohon pada 2021. 
 
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, pada Disperumkim Kota Bogor, Irfan Zacky mengatakan, secara umum pihaknya rutin melakukan perawatan terhadap sejumlah pohon yang berada di jalan protokol dan pusat kota. Bahkan, pemangkasan dahan pohon hingga penebangan kerap kali dilakukan petugas. Untuk program penelitian KTP pohon guna menginventarisir kondisi pohon yang ada di Kota Bogor akan dilanjutkan.
 
 
"Jadi kami data mana pohon yang sehat atau kategori hijau, mana pohon yang kondisinya kurang sehat," tutur Irfan di Jalan Pengadilan, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (12/10/2021) sore.
 
Irfan membeberkan, bagi pohon yang berada dalam kondisi kurang sehat, biasanya pihaknya melakukan pemangkasan terhadap dahan pohon. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi beban pohon untuk menghindari peristiwa dahan patah.
 
"Kalau memang diperlukan, kami juga tidak segan untuk menebang pohon. Atau memotong dahan-dahan pohon yang keropos untuk mengurangi resiko dahan patah," tambahnya.
 
 
Irfan menjelaskan, sejak dua hingga tiga bulan lalu, Disperumkim Kota Bogor telah melakukan pemeliharaan pohon secara rutin, dengan menyebar empat tim ke seluruh kawasan Kota Bogor. Terutama menjelang musim penghujan.
 
"Namun ada beberapa hal yang diluar perkiraan atau kendali kami. Jadi kami mohon agar masyarakat tetap selalu hati-hati, waspada apabila melintas di bawah pohon, apalagi waktu hujan dan angin besar," jelasnya.
 
Irfan juga mengatakan, tahun ini pihaknya akan menambah penelitian pohon, yang rencananya akan dilakukan bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehutanan. Juga untuk melanjutkan program KTP pohon pada 2021. 
 
 
"Berdasarkan data terakhir, dari puluhan ribu pohon yang ada di sejumlah jalan protokol dan hutan kota di Kota Bogor, baru 816 pohon yang sudah ber-KTP," terangnya.
 
Ia menerangkan, dari 816 pohon tersebut, sebanyak 120 pohon berkategori merah, 23 pohon berkategori coklat, 170 pohon berkategori kuning dan 503 pohon berkategori hijau. 
 
"Rencananya dimulai tahun depan kami akan menargetkan pendataan pohon setiap tahunnya. Pendataan akan kami lakukan di setiap lokasi dan jalan protokol," paparnya.
 
 
Untuk tahun ini, rencananya pendataan pohon akan dilakukan kepada 160 pohon yang tersebar di sejumlah wilayah.
 
"Untuk tahun depan minimal 250 pohon," pungkasnya.*** (rizki mauludi)


Editor : inilahkoran