Paranormal Cantik ini Dukung Ayat Supriyatna jadi ASN Kabupaten Bogor
Dukungan agar Ayat Supriyatna diangkat menjadi ASN Pemkab Bogor terus mengalir. Salah satunya dilontarkan paranormal cantik, Bunda Ratu Tuti
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor,- Bunda Ratu Tuti paranormal terkenal yang berdomisili di Desa Parakan, Ciomas, Kabupaten Bogor mendukung Ayat Supriatna menjadi ASN Kabupaten Bogor.
Ayat Supriatna merupakan atlet gantole asal Kabupaten Bogor yang sukses menyumbangkan tiga emas untuk Jawa Barat di PON XX Papua. Alasan itulah yang mendorong Bunda Ratu Tuti mendukung penuh jika Ayat diangkat dari tenaga honorer menjadi ASN di Pemkab Bogor.
Bunda Ratu Tuti mengungkapkan, harapan istri Ayat Supriyatna agar suaminya naik status dari pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bogor haruslah mendapat dukungan semua pihak.
Baca Juga: Kembangkan Kualitas SDM, Program P2WKSS Bikin Kelurahan Cijerah Kian Nyaman
Hal itu karena, Ayat Supriyatna sudah berbakti dan mengorbankan segalanya dari usia remaja hingga kini.
Hasilnya pun menurut Bunda Ratu Tuti sudah nyata terlihat. Ayat Supriatna mampu mengharumkan nama Kabupaten Bogor baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun nasional.
"Pemkab Bogor tidak hanya harus bangga, tetapi juga harus mengapresiasi Ayat Supriyatna karena berkali-kali menyumbangkan medali emas untuk Kabupaten Bogor maupun Provinsi Jawa Barat," tegas Bunda Ratu Tuti, Selasa, 12 Oktober 2021.
"Apalagi kali ini di PON XX Papua, di usia 35 tahun ia berhasil menyumbangkan 3 keping medali emas untuk Kabupaten Bogor maupun Provinsi Jawa Barat," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Capai Target Vaksinasi, Dadang Supriatna Bakal 'Jewer' Camat Penyelenggara Pilkades Serentak
Wanita asal Menes, Provinsi Banten ini menegaskan, profesi atlet tidaklah lama. Disamping potensi terjadinya cidera, olahraga gantole juga terbilang memiliki risiko tinggi hingga dapat berakibat atlet meninggal dunia.
"Saya aja baru tiba dari luar kota tadi malam, siang ini langsung menemui kang Ayat di Gunung Mas, Puncak, Cisaruauntuk mengucapkan selamat," imbuhnya.
"Ayat merupakan kebanggaan Kabupaten Bogor harus kita apresiasi dengan layak, karena seperti ketahui cabang olahraga gantole sanga berisiko,kita ga kedepan, bisa jadi ia cidera, kecelakaan saat berlatih atau bertanding atau sampai kapan umurnya hingga demi keluarganya, ia kita harapkan bisa menjadi ASN," tuturnya.
Baca Juga: Disambut Bak Pahlawan di Puncak, Ayat Supriyatna Hanya Punya Jatah Istirahat 10 Hari
Sementara itu, Ayat Supriatna yang dimintai komentarnya mengungkapkan, sejak usia 14 tahun ia belajar menjadi pilot Gantole, sebelumnya di usia 10 tahun, ia menjadi paraboy atau bocah yang membantu persiapan olahraga paralayang.
"Saya belajar cabang olahraga gantole ini dari kecil, saya menjadi paraboy dulu, lalu oleh paman saya yang bernama Robi, di usia 14 tahun saya diajarkan menjadi pilot gantole," ungkap Ayat.
Pria asli Desa Tugu Selatan, Cusarua ini menambahkan pertama kali dirinya jadi atlet, ia mewakili Provinsi Banten dalam ajang PON Kalimantan Timur XVII Tahun 2009.
"Dengan raihan prestasi medali emas di ajang PON Kalimantan Timur XVII Tahun 2009 lalu, saya pun ditawarkan menjadi ASN, namun saya tolak karena masih ingin mewakili tanah kelahiran yaitu Provinsi Jawa Barat di ajang PON selanjutnya," tambahnya.
Baca Juga: Aneh! Emak-emak Dipukul Preman Saat Berdagang, Lapor Polisi Malah Jadi Tersangka
Sebelumnya, Desi Pridayanti (25 tahun) istri Ayat Supriyatna berharap raihan prestasi suaminya kali ini, bisa menjadi jalan menuju naiknya status pegawai honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Bogor.
"Saat ini, suami masih pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor. Semoga dengan raihan 3 keping medali emas ini, ia mendapatkan beasiswa menuju jenjang pendidikan strata 1 (S1) dan statusnya bisa naik menjadi ASN," tukas Desi.***(Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


