Tak Capai Target Vaksinasi, Dadang Supriatna Bakal 'Jewer' Camat Penyelenggara Pilkades Serentak

Untuk menekan risiko munculnya klaster baru penyebaran Covid-19, Dadang Supriatna meminta aparat kewilayahan untuk meningkatkan vaksinasi.

Tak Capai Target Vaksinasi, Dadang Supriatna Bakal 'Jewer' Camat Penyelenggara Pilkades Serentak
Bupati Dadang Supriatna saat membuka Rakor Pelaksanaan Pilkades Serentak 2021 di Hotel Sutan Raja, Soreang, Selasa 12 Oktober 2021.

INILAHKORAN, Bandung - Untuk menekan risiko munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 pada saat pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 dan pemilihan antar waktu (PAW), Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta aparat kewilayahan untuk meningkatkan percepatan vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

Pesta demokrasi tingkat desa yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2021 mendatang digelar 49 desa di 24 kecamatan. Dadang pun menargetkan pada 17 Oktober 2021 nanti, 24 kecamatan tersebut merealisasikan capaian 60 persen vaksinasi.

"Jika sampai 17 Oktober, belum mencapai 60 persen, ada punishment untuk para camat. Sebaliknya jika camat bisa mencapai target ini, kita kasih reward,” kata Dadang Supriatna saat Rakor Pelaksanaan Pilkades Serentak 2021 di Hotel Sutan Raja, Soreang, Selasa 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Apdesi Kabupaten Bandung Sambut Baik Keputusan Pilkades Serentak 20 Oktober 2021

Untuk merealisasikannya, para camat harus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung. Selain itu, sinergitas dengan Polsek dan Koramil setempat baik untuk percepatan vaksinasi maupun stabilitas keamanan di wilayahnya.

Berdasarkan data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, saat ini baru 10 kecamatan dengan capaian vaksinasi di atas 50 persen. Sisanya, sebanyak 21 kecamatan masih di bawah 50 persen. Untuk itu, ia pun menargetkan capaian yang sama, yaitu 60 persen di seluruh kecamatan pada akhir Oktober ini.

Baca Juga: Duh! Anggaran Pilkades di KBB Bakal Membengkak Jika Dilaksanakan di Masa Ini

“Kita prioritaskan di wilayah penyelenggara pilkades. Minimal warga yang punya hak pilih sudah divaksin, sehingga keselamatannya lebih terjamin. Calon kades (kepala desa) juga terlebih dahulu harus sudah divaksin,” ujarnya.

Selain vaksinasi, lanjut Dadang Supriatna, Pemkab Bandung juga akan menyiapkan tes rapid antigen bagi panitia pelaksana pilkades. Ia pun meminta, agar disediakan personel panitia cadangan agar bisa mengantisipasi ketika ada yang menunjukkan hasil tes reaktif, penyelenggaraan pilkades tetap bisa berjalan.

Baca Juga: Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Kembali Ditunda

“Selamat bertanding kepada 190 calon kades. Siapapun pemenangnya pada 20 Oktober nanti, adalah mutlak sosok yang dipilih oleh masyarakat. Saya minta masyarakat untuk berpartisipasi, agar pelaksanaannya nanti berjalan berjalan baik dan maksimal,” kata Dadang Supriatna.***(dani r nugraha)


Editor : inilahkoran