Kota Bogor Dikepung Bencana, Ini Pesan Tegas Ketua DPRD Atang Trisnanto untuk Pemkot Bogor
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meminta Pemkot Bogor untuk membunyikan alarm bencana dan siaga terhadap segala potensi bencana
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor,- Pascabencana yang menerjang 5 kecamatan di Kabupaten Bogor, Ketua DPRD Atang Trisnanto memberikan pesan tegas bagi Pemkot Bogor.
Atang Trisnanto menegaskan, Pemkot Bogor harus segera membunyikan alarm bencana dan melakukan siaga penuh khususnya BPBD Kota Bogor.
Pesan Atang Trisnanto tersebut disampaikan setelah 24 bencana alam terjadi dalam satu hari di lima kecamatan wilayah Kota Bogor.
Baca Juga: Tampil Setengah Babak dan Cetak Gol, Ini Ungkapan Erwin Ramdani
Atang Trisnanto mendesak Pemkot Bogor untuk membunyikan alarm siaga bencana dengan meminta BPBD Kota Bogor bersiaga penuh, termasuk optimalisasi dana BTT untuk tanggap bencana.
"Alarm siaga bencana harus dibunyikan. BPBD harus standby dan selalu on call, siaga penuh dalam tanggap bencana dengan merespon cepat aduan warga," kata Atang, Senin 8 November 2021
Atang Trisnanto juga menyebutkan, peran lurah dan camat sebagai aparatur wilayah juga sangat penting dalam penanggulangan bencana ini.
Baca Juga: Imbas PPKM Level 3, Target Pendapatan Pajak Kota Bogor Diturunkan Hingga 13 Persen
Keberadaan camat dan lurah menjadi sentral karena posisinya sebagai pamong wilayah, yang faham situasi wilayah.
"Koordinasi dengan RW RT dan pengurus lingkungan lain sangat penting untuk antisipasi ataupun respon cepat dari berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan," terang politisi PKS ini.
Atang Trisnanto meminta, agar Pemkot Bogor melalui BPBD dapat memaksimalkan penggunaan anggaran BTT sebesar Rp30 miliar untuk menanggulangi bencana.
Baca Juga: Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka, Rachel Vennya Tak Banyak Bicara ke Awak Media
"Di APBD perubahan 2021 kemarin kita telah anggarkan anggaran BTT sebesar Rp 30 miliar. Untuk kedaruratan, jangan lamban. Jangan birokratis. Jangan sampai ada sisa anggaran (SILPA, red) dari BTT, sementara kondisi rakyat sangat membutuhkan akibat bencana," tegas Atang Trisnanto
Berdasarkan catatan dari BPBD Kota Bogor terdapat 24 bencana yang terjadi dalam sehari pada Minggu 7 November 2021.
Adapun bencana yaitu 10 titik tanah longsor, sembilan kejadian banjir lintasan, satu kejadian pohon tumbang, satu kejadian rumah roboh, satu kejadian TPT ambruk, satu kejadian pondasi rumah retak dan satu kejadian rumah ambrol.***(Rizky Mauludi)
Editor : inilahkoran


