OPM Minyak Goreng di Kota Bogor Sediakan 19,2 Ribu Liter dengan Banderol Rp14 Ribu per Liter
Pemkot Bogor menggelar OPM minyak goreng di Kota Bogor selama tiga hari. Per liter, komoditas itu dibanderol Rp14 ribu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemkot Bogor menggelar operasi pasar murah atau OPM minyak goreng di Kota Bogor selama tiga hari.
Kepala Dinas KUKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan, OPM minyak goreng di Kota Bogor digelar pada Rabu-Jumat 12-14 Januari 2022.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bogor melibatkan beberapa produsen minyak goreng yang menjadi mitra pemerintah. Serupa dengan daerah lain di Jabar, dalam OPM minyak goreng di Kota Bogor ini komoditas itu dibanderol Ro14 ribu per liter.
Baca Juga: Catat! Kamis 13 Januari 2022 Besok OPM Minyak Goreng Digelar di Balai Kota Bandung
"OPM minyak goreng di Kota Bogor pertama dilaksanakan kemarin di Kecamatan Tanah Sareal sebanyak 6.000 liter. Hari ini di Kecamatan Bogor Utara sebanyak 6.000 liter, dan Jumat besok di Kecamatan Bogor Barat sebanyak 7.200 liter," kata Ganjar, Kamis 13 Januari 2022.
Dia menuturkan, pada pekan depan tepatnya 19 Januari 2022, pelaksanaan OPM minyak goreng di Kota Bogor dilaksanakan di dua pasar yakni Pasar Kebon Kembang dan Pasar Bogor dengan kapasitas sampai dengan 40 ribu liter. Dalam OPM minyak goreng tersebut, masing-masing warga yang akan membeli minyak goreng diharuskan membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya.
"Adapun minyak goreng yang disediakan seharga Rp14 ribu per liter dengan pembelian maksimal sebanyak 2 liter," jelasnya.
Baca Juga: Dibanderol Rp14 Ribu per Liter, OPM Minyak Goreng Kabupaten Bandung Dijatah 7.900 Liter
Sementara itu, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan OPM minyak goreng di Kota Bogor dilakukan dengan harapan dapat mengendalikan harga minyak goreng yang terus melambung di tingkat pasar.
"Kelangkaan minyak goreng sudah ramai, termasuk di rumah saya, harganya sempat mencapai Rp20 ribuan dari harga awal Rp14 ribu. Informasi terakhir sudah mulai turun ke harga Rp19 ribu. Semoga dengan intervensi dalam bentuk OPM ini, setidaknya harga bisa dikendalikan dan segera kembali ke harga awal," jelas Syarifah. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


