INILAHKORAN, Bogor-Ketua Korda Bersama Anies Kami Siap (Beraksi) Kabupaten Bogor Yadi Suharyadi Dahroni menyambut baik apa yang menjadi tugasnya, Ia mengatakan, di Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, terbagi terbagi dalam 435 desa dan kelurahan.
Hal itu ia utarakan, saat kunjungan atau roadshow Pengurus Beraksi Pusat ke Sekretariat Korda Kabupaten Bogor Jabar Beraksi di Desa Bantar Jaya, Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, Jumat, (04/02/2022) malam.
"Sampai hari ini sudah 23 kecamatan kepengurusan di Kabupaten terbentuk, tinggal sisanya kita akan segera selesaikan, kata Suharyadi kepada wartawan.
Ia yakin kepengurusan di Kabupaten Bogor akan kompak, bisa bekerjasama dengan maksimal, sehingga harapan bisa menghantarkan Bapak Anies menjadi Calon Presiden 2024 kedepan.
"Kegiatan konsolidasi grass roots atau akar rumput ini untuk memperbesar gerakan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2024 mendatang," sambungnya.
Ketua Beraksi Pusat Yhoeshoep menuturkan, saat ini, Beraksi sudah terbentuk kepengurusan jaringan relawan sebanyak 20 Korda dari total jumlah keseluruhan 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.
"Alhamdulillah, sudah 20 kepengurusan Korda di Jabar terbentuk, tinggal tersisa 7 Korda. Mudah-mudahan akhir Februari 2022 final," tutur Yhoeshoep.
Ia menambahkan, tercatat Kabupaten Bogor jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Jawa Barat, bahkan di seluruh kabupaten dan kota seIndonesia.
"Melihat dari jumlah penduduk banyak itu, pemilih pada pemilu nanti di Kabupaten Bogor sangat menentukan kemenangan, maka saya minta kepada Korda maupun Korcam Kabupaten Bogor harus bergerak maksimal hingga akar rumput, minimal target di Bogor 3000 relawan terjaring," tambahnya.
Yoeshoep memaparkan, bahwa pembekalan dan penguatan Korda dan Korcam sangar perlu dilakukan, agar jaringan kepengurusan yang sudah terbentuk saat ini terus bergerak secara masif, sehingga target diharapkan tercapai.
Dalam kesempatan ini, Tim Beraksi Pusat menjelaskan beberapa point penting di kepengurusan, diantaranya fokus pada penguatan jaringan relawan tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, termasuk simpatisan relawan aktif.
"Disamping itu, implementasi penyelarasan program Jaringan dengan berbagai jaringan ditingkat nasional, wilayah maupun akar rumput sangatlah penting, selain juga mensosialisasikan program turun lapangan atau dengan kata lain, kunjungan, sowan, datang bersilaturahmi ke orang-orang terdekat, seperti saudara, kerabat, sanak dan keluarga," jelasnya. (Reza Zurifwan)***