Kasus Positif Covid 19 Capai 771 per Hari, RSUD Kota Bogor Tambah Dua Kali Lipat Kapasitas Tempat Tidur

RSUD Kota Bogor tambah dua kali lipat kapasitas tempat tidur menyusul lonjakan kasus harian positif Covid 19.

Kasus Positif Covid 19 Capai 771 per Hari, RSUD Kota Bogor Tambah Dua Kali Lipat Kapasitas Tempat Tidur
RSUD Kota Bogor menambah dua kali lipat kapasitas tempat tidur menyusul lonjakan kasus Covid 19.
INILAH, Bogor- Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bogor menambah dua kali lipat kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid 19.
 
RSUD Kota Bogor menempuh langkah ini menyusul lonjakan kasus harian Covid 19 di daerah tersebut.
 
Tercatat, saat ini kasus positif Covid 19 harian di Kota Bogor mencapai angka 771 per hari. RSUD Kota Bogor merasa perlu melakukan antisipasi.
 
 
Sebelumnya kapasitas tempat tidur di RSUD Kota Bogor berjumlah 72. Kini ditambah menjadi 150 tempat tidur.
 
Sementara itu pasien Covid 19 yang sebelumnya hanya 24 orang bertambah menjadi total 57 orang.
 
 
Diketahui angka penambahan pasien Covid 19 Kota Bogor pada Sabtu 6 Februari 2022 menunjukkan angka fantastis dengan penambahan per hari mencapai 771 orang.
 
Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir menjelaskan rincian jumlah pasien terpapar Covid 19 saat ini. Menurutnya, total ada 57 kasus dengan 51 orang dewasa dan enam anak-anak. Untuk kasus berat empat orang dan sedang 48 orang.
 
"Kemudian kapasitas RSUD Kota Bogor saat ini sebanyak 150 tempat tidur, atau ditingkatkan dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya 72 tempat tidur," ungkap Ilham Chaidir kepada InilahKoran, Minggu 6 Februari 2022.
 
 
Ilham Chaidir menjelaskan, dengan jumlah pasien dan total tempat tidur yang tersedia bisa dihitung Bed Occupancy Rate (BOR) sebanyak 38 persen.
 
Apabila dengan kapasitas saat ini tidak mencukupi, maka akan dibuka RS Perluasan.
 
"Jika penuh kami buka RS perluasan. Dengan catatan saat ini Tenaga Kesehatan (Nakes) alhamdulillah masih mencukupi. Pasien dari luar Kota Bogor dikisaran 40 persen yang dirawat di RSUD Kota Bogor," jelasnya.
 
 
Ilham menambahkan, saat ini tempat tidur untuk pasien Covid-19 SeKota Bogor diangka 967. Untuk aktivasi RS perluasan bisa dilakukan apabila angka BOR 80 persen.
 
"Jadi bukan hanya tergantung BOR RSUD Kota Bogor saja, seperti teori bejana terhubung," tambah Ilham.
 
Ilham memaparkan, dengan ditambahnya kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19, tidak menggangu layanan pasien umum dan masih berjalan hingga saat ini.
 
 
"Untuk pasien umum dibuka, tapi perlahan mulai kami batasi, karena saat ini jumlah rujukan kasus umum yang spesialistik dari RS tipe c juga meningkat. Untuk penyakit-penyakit domain RS rujukan regional terutama. Bismillah semoga kita kuat," paparnya.
 
Ilham juga menyampaikan pesan, sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, pihaknya membuka layanan telekonsultasi untuk pasien Covid-19 yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman).
 
 
"Jadi untuk pasien ringan, bisa gunakan telekonsultasi IDI. Yang dirawat di RSUD hanya yang bergejala kategori sedang hingga berat," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)
 


Editor : inilahkoran