Nilai Bankeu Jawa Barat Menurun, Ini Solusi DPRD ke Pemkab Bogor
Menurunnya nilai Bankeu Jawa Barat dan sangat minimnya anggaran untuk pembangunan insfrastruktur ini permintaan DPRD Kabupaten Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Menurunnya nilai bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Jawa Barat dan sangat minimnya anggaran untuk pembangunan insfrastruktur harus disikapi Pemkab Bogor dengan kreatif dan inovatif.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin mengatakan, nilai Bankeu Pemprov Jawa Barat pada Tahun 2022 ini, seperti diketahui mengalami penurunan. Jika Tahun 2021 jumlahnya mencapai Rp 364 miliar, maka di tahun ini hanya sekitar Rp 123,4 miliar.
"Sangat minimnya Bankeu Jawa Barat untuk pembangunan insfrastruktur harus disikapi badan perencana pembangunan penelitian dan pengembangan daerah (Bappeda Litbang), satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis dan tim tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Pembangunan insfrastruktur terutama yang nilainya tidak terlalu besar bisa dijangkau dengan dana corporate social responsbility (CSR)," kata Nurodin kepada wartawan, Minggu 13 Februari 2022.
Baca Juga: Objek Apa yang Pertama Kali Dilihat? Ungkap Sisi Lain Kepribadian Anda
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor ini menambahkan, Bappeda Litbang, SKPD teknis dan tim TJSL harus bisa melobby perusahaan-perusahaan agar dana CSR mereka bisa disalurkan demi kepentingan masyarakat Bumi Tegar Beriman.
"Dengan adanya Bankeu Pemprov Jawa Barat untuk pembangunan insfrastruktur seperti tahun lalu saja, Kabupaten Bogor masih kekurangan anggaran untuk pembangunan, apalagi tahun ini yang sangat minim. Bappeda Litbang, SKPD teknis dan tim TJSL harus pandai bersilaturrahmi dan bisa melobby perusahaan agar mereka mau menyalurkan dana CSRnya untuk pembangunan insfrastruktur yang belum bisa dibiayai oleh Pemkab Bogor atau bisa juga melibatkan mereka untuk metehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu)," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Nurodin menuturkan bahwa mewakili masyarakat Kecamatan Nanggung, dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada PT. Petrodrill Manufaktur Indonesia.
Baca Juga: PPKM Level 3 Gak Ngaruh, Lapangan Upakarti Pemkab Bandung Dikerumuni Warga
"Terima kasih kepada PT. Petrodrill Manufaktur Indonesia yang telah menyalurkan dana CSRnya sekitar Rp 700 jutaan untuk membangun Jembatan Cipeusing, Jembatan Nangela dan Masjid di Kecamatan Nanggung. Alhamdulillah, dalam waktu segera proyek pembangunan insfrastruktur diatas akan diresmikan," tutur Nurodin.
Diwawancarai terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku tidak tergantung dengan Bankeu dari Pemprov Jawa Barat. Jajarannya akan mengajukan sebanyak-banyaknya dari anggaran pendapatan belanja nasional (APBN).
"Kabupaten Bogor tidak tergantung dari Bankeu Pemprov Jawa Barat dan kami mengerti bahwa mereka juga sedang kesulitan keuangan, kami akan mengajukan sebanyak-banyaknya dari APBN baik dana alokasi khusus (DAK) langsung maupun yang merupakan usulan dari Pemkab Bogor," ujar Ade Yasin.
Baca Juga: Ini Dzikir yang Bisa Dibaca Wanita Haid di Bulan Ramadhan, Buya Yahya: Bisa Mendapat Pahala Utuh
Ade Yasin menerangkan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor mengalami over target hingga ia optimis nilai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor pada tahun ini akan meningkat, sementara dana CSR dari perusahaan-perusahaan akan digunakan untuk program Cibinong City A Beautiful.
"Dana CSR ada yang dikelola oleh perusahaan maupun Tim TJSL Kabupaten Bogor, dana tersebut untuk penataan Kawasan Cibinong Raya maupun di salurkan ke kecamatan lainnya," terang Ade Yasin. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


