Bima Arya Minta Bogor Timur Menata Kembali Empat Kampung Tematik dan Percontohan
Wali Kota Bogor Bima Arya menginginkan Bogor Timur menata kembali empat Kampung Tematik dan Kampung Percontohan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya menginginkan Bogor Timur menata kembali empat Kampung Tematik dan Kampung Percontohan, sehingga disaat akhir tahun masa jabatan dirinya tahun 2024 ada perubahan signifikan untuk keempat kampung itu.
Sehingga Bima Arya menegaskan, dengan adanya Kampung Tematik dan Kampung Percontohan bisa meningkatkan kualitas hidup warga dan PAD Kota Bogor, untuk penataan kawasan Bogor Timur sendiri bisa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor maupun Corporate Social Responsibility (CSR).
"Dibutuhkan konsistensi melanjutkan program strategis yang sudah dirintis. Sebab, di Bogor Timur ada beberapa titik jika perencanaannya dilanjutkan, dananya bisa dari APBD atau CSR akan bisa meningkatkan kualitas hidup warga dan PAD Kota Bogor," ungkap Bima kepada wartawan pada Minggu (13/2/2022) siang.
Baca Juga: Nilai Bankeu Jawa Barat Menurun, Ini Solusi DPRD ke Pemkab Bogor
Bima melanjutkan, titik tersebut ada empat, yaitu Kampung Perca, Kampung Cikeas, Kampung Sukasari dan penataan di Katulampa (kampung warna-warni).
"Saya ingin di 2024 sudah bisa melihat perubahan signifikan dari keempat wilayah ini," tambahnya.
Bima menjelaskan, karena tahun2024 mendatang dan pak wakil Dedie A Rachim akan mengakhiri masa bakti di Kota Bogor. Atinya apa yang disusun dan direncanakan hari ini akan terlihat di ujung 2023 atau di awal 2024.
Baca Juga: Objek Apa yang Pertama Kali Dilihat? Ungkap Sisi Lain Kepribadian Anda
"Ya, karena itu saya menggaris bawahi konsistensi dari semua untuk mengawal target program prioritas yang sudah ditetapkan di RPJMD dan janji kampanye bisa dirasakan warga di awal 2024 alias tidak ada yang meleset atau tidak tercapai," jelasnya.
Bima memaparkan, kenapa harus Bogor Timur?, karena Kecamatan Bogor Timur merupakan etalase Kota Bogor yang warganya didominasi mayoritas kelas menengah. Namun, tetap memiliki target-target terkait angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan peningkatan kualitas hidup manusia.
"Jangan sampai etalase Kota Bogor yang nuansanya sejahtera dan gemerlap ini tidak diimbangi dengan kualitas hidup manusianya. Catatan yang paling utama bagaimana angka stunting, ODF, perbaikan sanitasi, RTLH, sarana prasarana, mitigasi bencana, penanganan infrastruktur yang urgent, kemiskinan, putus sekolah dikembalikan ke targetkan di RPJMD," pungkasnya.
Editor : inilahkoran


