Ini Faktor Penambahan Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus Angka 1.000
Dinkes Kota Bogor smenyebutkan tiga faktor yang menyebabkan kasus penambahan Covid-19 di Kota Bogor tembus angka 1000
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan ada tiga penyebab penambahan kasus positif Covid-19 perhari di Kota Bogor menjadi diatas 1.000 kasus.
Pertama, Sri Nowo Retno menyebutkan, Covid-19 varian Omnicron lima kali lebih cepat menular dari pada varian lainnya, kemudian masih tingginya mobilitas warga dan kurang disiplinnya masyarakat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).
"Iya, jadi wilayah aglomerasi Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek) kasus masih tinggi, faktor penyebabnya itu jenis varian kali ini memang sangat mudah menular atau Omicron 5 kali lebih cepat menular, mobilitas warga yang tinggi dan kurang disiplin Prokes," ungkap Sri Nowo Retno kepada inilahkoran.id Minggu 20 Februari 2022.
Baca Juga: Soal Polemik RSUD Cikalongwetan, Hengky Minta PImpinan Lebih Profesional Kelola BLUD
Retno melanjutkan, tetapi kabar baiknya pasien omnicron lebih banyak melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) sehingga aparatur wilayah harus lebih memperhatikannya.
"Insya Allah aman obat dan logistik sudah kami distribusikan ke Puskesmas. Jadi setiap pasien Isoman ada bantuannya mas. Pasien bisa lapor ke puskesmas dan telekonsultasi/ telemedicine atau telekonsultasi ke IDI. Untuk nantinya obat dikirim melalui puskesmas. Untuk telemedicine ada juga dari Kemenkes dan Provinsi Jawa Barat," tuturnya.
Retno menegaskan, untuk pasien positif Covid-19 diminta untuk segera melapor ke puskesmas terdekat secara online melalui call center puskesmas yang telah diinformasikan di berbagai media, melalui kader atau RW Siaga terdekat. Pasien juga dapat mengakses:
layanan telemedisin IDI Kota Bogor di no WA 0895346287624, layanan telemedisin Jawa Barat melalui link https://pikobar.jabarprov.go.id/isoman, layanan telemedisin Kemenkes melalui link https://isoman.kemkes.go.id.
Baca Juga: Walaupun Baru Bisa Beroperasi 40 Persen, TPPAS Lulut Nambo Bakal Diresmikan Ridwan Kamil
"Pasien tanpa gejala atau gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Rumah Sakit hanya diperuntukkan untuk kasus sedang atau berat saja. Untuk memutus rantai penularan, kontak erat dari pasien terkonfrimasi positif diminta untuk melakukan karantina dan pemeriksaan swab sesuai ketentuan," tegasnya.
Retno berpesan, menanggapi lonjakan kasus ini, masyarakat diharapkan untuk untuk lebih meningkatkan disiplin Prokes baik itu di tempat kerja, tempat umum maupun pada saat kembali ke rumah. Menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.
"Masyarakat yang rentan, lansia atau yang memiliki komorbid dihimbau untuk tidak banyak beraktivitas keluar rumah. Gejala Covid-19 varian omicron memang lebih banyak bergejala ringan, namun tetap tidak dapat diabaikan, karena bila terkena pada kelompok rentan bisa berisiko bergejala berat bahkan kematian," tuturnya.
Retno menambahkan, upaya lain yang juga penting adalah vaksinasi. Masyarakat yang belum mendapat vaksin pertama dan kedua dihimbau untuk segera mendapatkan vaksinasi. Untuk masyarakat yang telah mendapat vaksin kedua lebih dari enam bulan, dapat segera mendapatkan vaksin booster.
"Diketahui penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Bogor pada Sabtu (19/2/2022) malam sebanyak 1.060 orang. Tetapi Alhamdulillah untuk penambahan Selesai Isolasi/sembuh meningkat drastis yang tadinya dibawah 65 orang saat ini diangka 613 orang. Sehingga total kasus Covid-19 Kota Bogor 49.216 orang. Total selesai/sembuh 39.779 orang, kemudian masih sakit 8.906 orang dan angka kematian 531 orang," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


