Juli 2022, Kota Bogor Alami Kenaikan Inflasi 5,16 Persen

Kota Bogor mengalami kenaikan inflasi pada Juli 2022. Berdasarkan data BPS, Kota Bogor berada di urutan kelima inflasi terbesar di Jabar.

Juli 2022, Kota Bogor Alami Kenaikan Inflasi 5,16 Persen
Kepala BPS Kota Bogor Daryanto menuturkan, kenaikan inflasi Juli 2022 sebesar 5,16 persen (yoy). Dari 11 kelompok pengeluaran kelompok yang mengalami inflasi tertinggi yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

 

INILAHKORAN, Bogor - Kota Bogor mengalami kenaikan inflasi pada Juli 2022. Berdasarkan data BPS, Kota Bogor berada di urutan kelima inflasi terbesar di Jabar setelah Bekasi, Depok, Bandung, dan Tasikmalaya.

Kepala BPS Kota Bogor Daryanto menuturkan, kenaikan inflasi Juli 2022 sebesar 5,16 persen (yoy). Dari 11 kelompok pengeluaran kelompok yang mengalami inflasi tertinggi yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengakui kenaikan inflasi terjadi terhadap sejumlah produk seperti bawang merah, bawang putih, cabai dan sebagainya. Meski demikian, inflasi yang terjadi tidak naik secara signifikan.

Baca Juga: Baru Selesai 2 Gudang, Agro Jabar Maksimalkan PDP di Purwakarta

"Menyikapi itu tim pengendali inflasi Kota Bogor sudah melakukan pembahasan dan analisa terkait penyebab teejadinya inflasi. Iya hal ini disebabkan karena pasokan yang terbatas karena lewat masa panen paska Idul Adha. Kenaikan cukai rokok sebesar 12 persen juga menjadi salah satu faktor juga," tutur Dedie.

Dedie menjelaskan, selain faktor tersebut penyumbang terjadinya kenikan inflasi adalah kenaikan harga bahan bakar. Sebagai upaya menangani inflasi di agar tidak berdampak kepada menurunya tingkat kesejahteraan masyarakat dan naiknya angka kemiskinan, Pemkot Bogor sudah menyiapkan beberapa skema penamganan inflasi.

Baca Juga: Merugikan Konsumen Hingga Rp 24 Miliar, Doni Salmanan Terancam 20 Tahun Penjara

"Diantaranya solusi yang akan dijalankan adalah melakukan budidaya tanaman bawang putih skala lokal. Selain bawang putih, kami juga akan memperkuat pertanian perkotaan untuk memperkuat ketersediaan pangan dalam kota," jelasnya.

"Untuk komoditas lainnya harus digalakkan juga dengan sistem pertanian perkotaan khususnya untuk beberapa jenis sayur yang rutin dikonsumsi masyarakat agar tidak terlalu tergantung pasokan dari daerah sumber produksi sayur disekitar Bogor," tambah Dedie.*** (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran