Bojong Kulur Banjir Lagi, Ade Yasin Desak KemenPUPR Revitalisasi Sungai Cikeas- Cileungsi
hujan deras mengakibatkan banjir di Perumahan Nusa Indah 1 dan 2 Desa Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Akibat hujan deras di wilayah hulu membuat warga di Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan Villa Nusa Indah 2 Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor terkena musibah banjir.
Secara perlahan namun pasti, banjir di Perumahan Villa Nusa Indah ketinggian mata air di pintu air terus meningkat ke ketinggian maksimal yaitu 160 meter atau dengan status siaga 1, pada Rabu malam pukul 22.15 WIB, dan baru surut pada Kamis dini hari pada pukul 01.15 WIB.
"Akibat hujan deras di wilayah hulu sejak sore hingga malam hari, 5 buah masjid, 3 sekolah dan 3.200 rumah atau 12.208 jiwa di Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan Villa Nusa Indah 2 Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri mengalami kebanjiran," kata Ketua KP2C Puarman kepada wartawan, Kamis 17 Februari 2022.
Baca Juga: Stop Panic Buying, Ayu Minta Mini Market Atur Penjualan Minyak Goreng
Ia menerangkan walaupun 19 mesin pompa aie bantuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor berguna mengurangi debit banjir, masyarakat tetap berharap program revitalisasi Sungai Cikeas-Cileungsi dan pembangunan Waduk Narogong bisa diwujudkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR)
"Agar wilayah kami tidak lagi menjadi daerah langganan banjir, kami berharap program revitalisasi Sungai Cikeas-Cileungsi dan pembangunan Waduk Narogong bisa diwujudkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane maupun KemenPU-PR," terangnya.
Diwawancara terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan bahwa pihaknya sudah mendesak agar KemenPU-PR segera melakukan revitalisasi Sungai Cikeas-Cileungsi.
Baca Juga: Masuk Zona Merah, Ini Kekhawatiran Satgas Covid-19 Desa Bojong Kulur
"Kami sudah meminta revitalisasi revitalisasi Sungai Cikeas-Cileungsi, ditata daerah aliran sungai (DAS) dan dibangun tangggul di titik rawan bencana alam banjir segera dilakukan oleh KemenPU-PR," tutur Ade Yasin.
Informasi yang dihimpun Inilahkoran, untuk menanggani bencana alam banjir di Desa Bojong Kulur, tidak cukup dengan revitalisasi atau normalisasi sungai hingga dibutuhkan pembangunan Waduk Narogong.
Perhitungan atau prakiraan awal pada Tahun 2020 lalu, KemenPU-PR dan Pemkab Bogor butuh anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk penangganan bencana alam banjir bandang di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi tersebut. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


