BP Tapera Sebut bank bjb Duduki Peringkat Tertinggi BPD Penyalur Program FLPP

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) secara masif menggelar sosialisasi program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

BP Tapera Sebut bank bjb Duduki Peringkat Tertinggi BPD Penyalur Program FLPP
Hingga 30 Juni 2025, Asisten Manager Pembiayaan Program BP Tapera Berdi Dwijayanto mengatakan realisasi program FLPP secara nasional itu mencapai 120.976 unit dari target sebanyak 350.000 unit pada 2025 ini. Khusus di Jabar, realisasinya penyaluran mencapai 28.548 unit. (antara)

INILAHKORAN, Bandung - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) secara masif menggelar sosialisasi program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hingga 30 Juni 2025, Asisten Manager Pembiayaan Program BP Tapera Berdi Dwijayanto mengatakan realisasi program FLPP secara nasional itu mencapai 120.976 unit dari target sebanyak 350.000 unit pada 2025 ini. Khusus di Jabar, realisasinya penyaluran mencapai 28.548 unit.

“Untuk realisasi program FLPP ini, jika dibandingkan dengan BPD (bank pembangunan daerah) lainnya bank bjb berada di peringkat nomor satu dengan angka mencapai 1.891 unit. Sedangkan, dibandingkan dengan bank Himbara lainnya, bjb ada di nomor enam,” kata Berdi usai Sosialisasi dan Edukasi Pembiayaan FLPP untuk ASN dan Pekerja di Aula Pemkot Bandung, Rabu 2 Juni 2025.

Dia menjelaskan, minimnya sosialisasi dan edukasi menjadi kendala rendahnya penyerapan pembiayaan kepemilikan hunian tersebut. Untuk itu, BP Tapera dan bank bjb akan berkeliling ke kabupaten-kabupaten lainnya di Jabar. Rencananya, acara serupa digelar di Majalengka dan berikutnya ke Sumedang.

“Penyaluran program FLPP ini merupakan peran pemerintah yang diberikan kepada masyarakat untuk memiliki rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Project Head Akselerasi FLPP bank bjb Indra Prayoga menyebutkan dari kuota 10.000 unit itu sejauh ini sudah terealisasi sebanyak 2.025 unit. 

Dia mengaku, kegiatan sosialisasi sebagai sinergi dengan BP Tapera di Aula Pemkot Bandung itu dalam rangka menyukseskan penyerapan pembiayaan kredit pemilikan rumah sejahtera FLPP bagi pegawai pemerintahan di Jabar dan perusahaan-perusahaan swasta di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Pihaknya pun mengundang tiga developer perumahan FLPP yakni PT Mitra Dinanti Kreasina yang mengembangkan Burgundy Regency, PT Cikal Buana Persada yang mengembangkan Buana Cicalengka Raya 2, dan PT Koprima Sandy Sejahtera yang mengembangkan Prima Swarga Residence.

Indra mengatakan, bank bjb bersama pihak pemerintahan di Jabar memiliki kesepakatan untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) sejahtera FLPP sebanyak 10.000 unit. Target tersebut diakuinya tercatat dua kali lipat dari kuota 2024 sebanyak 5.000 unit.

FLPP merupakan skema subsidi pembiayaan rumah bagi MBR dengan suku bunga 5% flat dan down payment (DP) hanya 1% dari harga jual unit senilai Rp166 juta. Melalui skema FLPP, pemerintah memberikan subsidi bunya kepada bank penyalur sehingga masyarakat hanya perlu membayar bunya tetap 5% selama masa angsuran. (dnr)


Editor : Doni Ramdhani