BPBD Kirim Tim ke NTT: Petakan Kebutuhan Salurkan Bantuan
DUA puluh personel dikirim lebih dulu ke NTT. Mereka datang untuk memetakan kebutuhan sebelum bantuan Jawa Barat diberangkatkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yuliantono
Bantuan dari Jawa Barat untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak langsung diberangkatkan bersama tumpukan logistik. Ada langkah yang lebih dulu dilakukan: memastikan apa yang benar-benar dibutuhkan warga di lokasi bencana.
Sebanyak 20 personel Tim Aju Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat berangkat menuju wilayah terdampak, Kamis (20/8). Mereka membawa tugas untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat.
Tim tersebut menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas arahan Gubernur Dedi Mulyadi untuk membantu warga NTT yang terdampak gempa.
Mereka bukan datang membawa banyak barang, melainkan membawa daftar pertanyaan: wilayah mana yang paling membutuhkan bantuan, kebutuhan apa yang paling mendesak, dan bagaimana bantuan nantinya bisa sampai kepada warga yang tepat.
Tim Aju terdiri dari unsur BPBD Jabar dan relawan, dengan komando Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar Ary Heryanto.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, pemetaan awal diperlukan agar bantuan dari masyarakat Jawa Barat tidak salah sasaran.
“Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, kami bergerak lebih awal untuk memastikan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Teten.
Sesampainya di NTT, tim akan melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD setempat, serta unsur lain yang terlibat dalam penanganan bencana.
Hasil pendataan itu nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Mulai dari jenis bantuan yang dikirim, mekanisme distribusi, hingga lokasi yang menjadi prioritas.
Bagi korban bencana, bantuan bukan sekadar soal seberapa cepat datang. Barang yang tiba juga harus sesuai dengan kebutuhan. Bantuan yang berlimpah tetapi tidak dibutuhkan justru berisiko menambah persoalan dalam situasi darurat. Karena itu, kecepatan dan ketepatan harus berjalan bersama.
“Kami memastikan bantuan masyarakat Jawa Barat nantinya tepat sasaran, tepat kebutuhan, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” kata Teten.
Misi tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan pemerintah. Relawan Wanadri turut dilibatkan untuk memperkuat kerja kemanusiaan di lapangan. (gin)
Editor : Inilahkoran

