Bukan Cuma Emisi Kendaraan, Pembakaran Sampah Ancaman Kualitas Udara Kota Bandung

Sekretaris DLH Kota Bandung Dadang Setiawan mengatakan, kualitas udara di kawasan perkotaan tidak hanya dipengaruhi emisi kendaraan bermotor.

Bukan Cuma Emisi Kendaraan, Pembakaran Sampah Ancaman Kualitas Udara Kota Bandung
Pekerja menangani sampah di Kota Bandung. (ilustrasi)

INILAHKORAN.ID - Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Dadang Setiawan mengatakan, kualitas udara di kawasan perkotaan tidak hanya dipengaruhi emisi kendaraan bermotor. 

Aktivitas pembakaran sampah secara tidak terkendali, berpotensi menambah pencemaran udara. Menurutnya, pembakaran sampah kerap dianggap sebagai cara sederhana dalam mengurangi tumpukan sampah. 

Padahal, aktivitas itu dapat menghasilkan asap, dan membawa dampak terhadap kualitas udara di lingkungan sekitar.

“Masyarakat jangan melihat pembakaran sampah sebagai aktivitas biasa. Ketika pembakaran tidak terkendali, asapnya bisa menyebar dan menimbulkan gangguan di lingkungan sekitar,” kata Dadang, Selasa (22/9/2026).

Dia menjelaskan, kualitas udara menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena udara dihirup setiap hari. Kondisi udara yang baik, berkaitan dengan kualitas lingkungan secara keseluruhan.

udara kita hirup setiap hari, sepanjang waktu. Karena itu, kualitas udara harus menjadi perhatian bersama dan tidak bisa dipandang sebagai persoalan kecil,” ucapnya.

Dadang mengatakan, emisi kendaraan bermotor memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi udara di kawasan perkotaan. Namun sumber pencemaran, juga dapat berasal dari aktivitas lain termasuk pembakaran sampah yang tidak terkendali.

Dia menilai, perhatian terhadap kualitas udara perlu diperluas. Masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan asap kendaraan, tetapi juga aktivitas di lingkungan sekitar yang berpotensi menghasilkan pencemaran.

Dadang mencontohkan kejadian kebakaran yang melibatkan material sampah di salah satu lokasi di Kota Bandung. Peristiwa itu, sempat memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar dan membutuhkan penanganan bersama sejumlah unsur.

“Ketika ada pencemaran, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan satu perangkat daerah. Berbagai pihak perlu bergerak sesuai peran masing-masing,” ujar dia.

Menurutnya, pengelolaan kualitas udara memiliki keterkaitan dengan persoalan lingkungan lain. Pengelolaan sampah, keberadaan ruang terbuka hijau, emisi kendaraan hingga aktivitas yang berpotensi menghasilkan pencemaran perlu ditangani secara terpadu.

Dia menambahkan, sinergi lintas perangkat daerah menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan kualitas udara. Setiap sumber pencemaran, membutuhkan pendekatan penanganan yang sesuai agar dampaknya tidak meluas.

“Bagaimana dampak lingkungan yang muncul bisa kita tangani bersama. Kualitas udara merupakan bagian penting dari kualitas lingkungan yang harus kita jaga. Tentu kami berharap, masyarakat ikut berperan menjaga kualitas udara melalui aktivitas sehari-hari. Salah satunya dengan menghindari pembakaran sampah secara sembarangan, terutama saat kondisi kemarau," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani