Bukit Plangon Terancam, Galian Trusmi Land Diduga Picu Banjir di Sumber

Aktivitas galian Trusmi Land di Bukit Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, diduga picu banjir. DPRD menyoroti dampak lingkungan dan keselamatan warga.

Bukit Plangon Terancam, Galian Trusmi Land Diduga Picu Banjir di Sumber
Salah satu lokasi wisata di Bukit Plangon Kabupaten Cirebon. (cirebonkab.go.id)

INILAHKORAN.ID – Bukit Plangon, yang selama ini dikenal sebagai sabuk hijau dan paru-paru konservasi air di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, kini menghadapi ancaman. 

Kaki bukit yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air, sebagian tanahnya telah digali oleh pengembang perumahan Trusmi Land, dan aktivitas ini diduga menjadi pemicu banjir yang beberapa kali merendam wilayah sekitar kantor pemerintah Kabupaten Cirebon.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, menyoroti dampak galian tanah di kawasan Bukit Plangon. Berdasarkan sidak gabungan Komisi II dan III, luas lahan yang digali mencapai sekitar 3,8 hektare. Anton menekankan bahwa penggalian ini mengubah fungsi ekologis bukit.

Bukit Plangon menyimpan air, menahan aliran, dan menjadi benteng alami bagi dataran rendah. Ketika tanahnya digali, air tidak lagi tertahan, sehingga langsung mengalir dan memicu banjir,” jelas Anton. 

Dia menambahkan, pihak Trusmi Land sebaiknya bertanggung jawab atas dampak yang terjadi dan bersedia membuka data teknis bila merasa tidak bersalah.

Aktivitas galian di Bukit Plangon kini menjadi perhatian serius DPRD. Para legislator menilai, perlindungan lingkungan harus berjalan seiring dengan pembangunan. 

Setiap aktivitas pembangunan di kawasan ini, termasuk galian dan pengurugan tanah, harus melalui pengawasan ketat agar fungsi ekologis bukit tetap terjaga.

“Kawasan ini bukan sekadar tanah kosong untuk dibangun. Bukit Plangon adalah sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Kerusakan di sini berarti risiko bagi warga dan lingkungan,” tambah Anton.

Hingga saat ini, aktivitas galian oleh Trusmi Land masih menjadi sorotan dan pengawasan DPRD. Warga setempat dan pejabat daerah menunggu langkah konkret untuk memastikan Bukit Plangon tetap hijau, lestari, dan mampu menahan banjir di masa mendatang. ***


Editor : Gin gin T Ginulur