Bupati Cirebon Diminta Evaluasi Kinerja Pejabat Dinkes, Ini Jawabannya
Bupati Cirebon, Imron diminta untuk segera melakukan evaluasi kinerja pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron diminta untuk segera melakukan evaluasi kinerja pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.
Hal itu karena pola komunikasi yang dibentuk Dinkes Kabupaten Cirebon selalu terputus dan sulit untuk bisa menembus komunikasi dengan Kadinkes Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah.
"Mendekati dua tahun Neneng menjadi Kadinkes itu, kinerjanya sangat buruk. Ini berdasarkan hasil analisa kami. Karena pola komunikasi yang tidak pernah nyambung dan cenderung menutup diri," kata Sekjen Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Cirebon, Wahyu Suwandi, Selasa 14 November 2023.
Menurutnya, meskipun memang banyak program namun pola komunikasi tertutup membuat banyak lembaga mengaku sulit untuk melakukan komunikasi. Hal itu diperparah dengan sikap Sekdis Dinkes, Edi Susanto. Wahyu menilai, sikap Edi seolah melakukan pembiaran dengan situasi saat ini.
"Jadi Bupati harus melakukan evaluasi kinerja Kadinkes dan Sekdisnya. Tidak adil kalau Bupati hanya mengevaluasi kinerja Kadinkes saja. Kadis dan Sekdis Dinkes kinerjanya sama sama buruk," ungkap Wahyu.
Wahyu menilai, justru dengan buruknya kinerja Kadis dan Sekdis Dinkes, dirinya curiga capaian kinerja Dinkes Kabupaten Cirebon, tidak maksimal. Artinya, visi misi Bupati Cirebon di Dinkes Kabupaten Cirebon, tidak akan tercapai.
"Ini bukan berdasarkan asumsi. Ini hasil investigasi kami selama ini. Toh hampir semua kawan-kawan lembaga mengeluhkan kinerja Dinkes Kabupaten Cirebon. Harusnya Bupati segera melakukan evaluasi," ucapnya.
Hal senada dikatakan Sekretaris DPC Repdem Kabupaten Cirebon, Warcono. Buruknya kinerja Dinkes Kabupaten Cirebon, terlihat dari tidak transfarannya proyek-proyek yang ada di Dinkes tersebut. Dia menduga, ada monopoli pembagian pekerjaan yang mungkin dikelola oleh Kadis maupun Sekdis.
"Kegiatan-kegiatan di Dinkes Kabupaten Cirebon itu, tidak transfaran. Pembagian proyek diduga diatur dan dimonopoli. Entah itu oleh Kadinkes atau Sekdisnya, ini yang sedang kami investigasi," jelas Warcono.
Dirinya mencontohkan, banyak kegiatan proyek di Dinkes, namun hanya beberapa kegiatan saja yang tayang di LPSE. Ini membuktikan, Dinkes tidak transfaran dan terkesan menutup nutupi. Sementara ketika lembaga menanyakan masalah tersebut, Kadiskes memilih menghindar sementara Sekdisnya beralasan, bukan urusan dirinya.
"Kalau Bupati melek, harusnya rotasi mutasi tahun ini, dua pejabat teras ini harusnya digeser. Jangan diberikan jabatan strategis, karena malah merusak kinerja Bupati dalam pencapaian visi misi," ujar Warcono.
Sementara itu, ketika dikonfirmasikan kepada Bupati Cirebon, Imron, dirinya mengaku belum mendapatkan laporan terkait kinerja Dinkes Kabupaten Cirebon. Menurutnya, selama ini kineria Dinkes masih berjalan lancar.
"Terkait pola komunikasi dengan lembaga-lembaga lainya yang dinilai kurang baik, saya belum tahu ya. Kalau ini terjadi, ya harus segera diperbaiki. Kita lihat saja, apakah kedepan persoalan ini semakin mengemuka atau tidak," tukas Imron. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

