Bursa Kerja Buka Peluang

Bursa Kerja Buka Peluang
RESPONS TINGGI: Bursa kerja live yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kota Depok, mendapat respons tinggi dari masyarakat.(ANTARA)

INILAH, Bandung - Layar ponsel menjadi ruang baru untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Bursa kerja live yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kota Depok mendapat respons tinggi dari masyarakat.

Siaran langsung melalui akun TikTok @dedimulyadiofficial pada Rabu (23/9) disaksikan 345.300 akun. Interaksi publik juga tercatat tinggi, dengan 22.200 komentar dan 1,4 juta tanda suka.

Antusiasme itu kemudian mendorong Dedi Mulyadi untuk memperluas pola serupa ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Bagi Dedi, pemerintah provinsi tidak mungkin terus menjadi motor utama bursa kerja live. Setelah konsep tersebut diperkenalkan, giliran bupati dan wali kota untuk mengadopsinya dengan menggandeng perusahaan di wilayah masing-masing.

"Jalan terus, hari ini di Depok (terkait bursa kerja). Saya itu kan sebenarnya Gubernur memulai. Kan enggak mungkin Gubernur terus. Nah setelah itu bupati dan wali kotanya mengadopsi konsep ini, segera laksanakan agar perusahaan-perusahaan ini terbuka kesempatan kerjanya," ujar Dedi, Rabu (23/9). 

Dia menegaskan, perannya hanya memantik pola baru dalam menyampaikan informasi lowongan kerja. Setelah itu, pemerintah daerah dituntut mampu menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

"Saya ini sebenarnya hanya trigger saja," ucapnya.

Contoh itu datang dari Kabupaten Bekasi. Dedi menyebut daerah tersebut telah menyatakan kesiapan menggelar bursa kerja live setiap Jumat. Kepala daerah akan terlibat langsung sekaligus mendorong perusahaan membuka informasi kebutuhan tenaga kerja secara lebih luas.

"Misalnya Kabupaten Bekasi, dia berkomitmen tiap hari Jumat live bursa kerja, bupatinya langsung. Dan kemudian dia mendorong industri untuk terbuka," katanya.

Bagi Dedi, persoalan ketenagakerjaan bukan hanya tentang ada atau tidaknya lapangan pekerjaan. Yang tak kalah penting adalah bagaimana informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dibuka kepada masyarakat, sehingga pencari kerja dapat mengetahui sekaligus mengakses peluang tersebut.

Kabupaten Bekasi, misalnya, memiliki sekitar 9.000 industri. Namun, menurut Dedi, perusahaan yang secara aktif mengumumkan kesempatan kerja kepada masyarakat masih sangat terbatas.

"Jangan sampai dari 9.000 industri di Bekasi hanya 15 yang mengumumkan kesempatan kerja. 15 yang mengumumkan kesempatan kerja kan lumayan sudah ada 300 lowongan kerja. Kalau 9.000 ngumumin, itu bisa 30.000," tuturnya.

Karena itu, Dedi meminta kepala daerah di Jawa Barat mengambil peran lebih aktif dalam mempertemukan perusahaan dengan masyarakat pencari kerja.

"Tapi harus bupati/wali kota mau mengikuti. Harus. Kan sebenarnya yang bertanggung jawab langsung terhadap ketersediaan lapangan kerja yang langsung bersentuhan itu bupati/wali kota," ujarnya. (yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran