Buya Yahya Jelaskan Hukum Terima Hadiah Umrah dari Non Muslim

Buya Yahya menjelaskan tentang hukumnya menerima hadiah umrah dari non muslim.

Buya Yahya Jelaskan Hukum Terima Hadiah Umrah dari Non Muslim

INILAHKORAN - Pendakwah ternama Indonesia, Buya Yahya, kembali menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi dan kemuliaan dalam hubungan antarumat beragama.

Salah satu hal yang disorot adalah hukum menerima bantuan dari non-Muslim, termasuk untuk ibadah umrah.

Dalam kajiannya yang disampaikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah pada Rabu, 14 Mei 2025, Buya Yahya menjawab pertanyaan yang cukup sensitif: bolehkah seorang Muslim menerima biaya umrah dari orang non-Muslim?

Jawabannya mengejutkan sekaligus menyejukkan: boleh, selama tidak mencampuradukkan urusan keyakinan dan tetap menjaga kehormatan agama.

"Islam mengajarkan kita untuk hidup damai bahkan dengan orang yang berbeda keyakinan, asalkan tidak mencampuradukkan urusan agama," ujar Buya Yahya.

Ia mencontohkan bahwa Islam sangat menganjurkan perbuatan baik, tak peduli kepada siapa. Bila seorang Muslim melihat tetangganya yang non-Muslim mengalami kesulitan — kehabisan makanan, sakit, atau tak punya tempat tinggal — maka membantu mereka adalah perbuatan mulia yang dianjurkan dalam Islam.

"Kalau kita ingin merasa rezeki itu cukup, itu adalah resepnya Baginda Nabi," katanya.

Hal serupa berlaku jika kebaikan datang dari arah sebaliknya. Ketika seorang non-Muslim memberikan bantuan, baik berupa makanan, hasil panen, bahkan biaya umrah, seorang Muslim boleh menerimanya selama dilakukan dengan niat baik dan cara yang terhormat.

“Kalau tetangga kita Nasrani tiba-tiba ngirim panen buah apel, ya sah-sah saja. Bahkan kalau ada non-Muslim yang menyumbang untuk pembangunan masjid pun tidak dilarang,” jelas Buya.

Namun, Buya Yahya mengingatkan bahwa yang tidak diperbolehkan adalah menerima bantuan dengan cara yang mengandung unsur penghinaan atau merendahkan agama Islam.

"Yang tidak boleh itu jika bantuannya dilakukan dengan cara merendahkan, karena merendahkan itu termasuk penghinaan," tegasnya.

Melalui penjelasan ini, Buya Yahya tidak hanya menjawab persoalan hukum fiqih, tetapi juga menyampaikan pesan besar: bahwa toleransi bukan hanya slogan, melainkan sikap hidup yang berlandaskan kehormatan, empati, dan kebaikan timbal balik.


Editor : Firda Rachmawati