Capaian KTP-el Cimahi Melampaui Target Nasional, Disdukcapil Siap Jemput Bola Intensif di 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Tri Lospala Candra mengungkapkan bahwa capaian perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di kota tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DIsdukcapil) Kota Cimahi, Tri Lospala Candra mengungkapkan bahwa capaian perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di kota tersebut telah melampaui target yang ditetapkan pusat.
Meski demikian, masih ada sebagian kecil warga yang belum melakukan perekaman. Berdasarkan pendataan dua pekan lalu, target nasional untuk perekaman KTP-el adalah 99,4 persen.
Namun, Kota Cimahi berhasil mencatatkan capaian lebih tinggi, yaitu sebesar 99,47 persen. Capaian tersebut diraih pada tahun 2025, meskipun sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dengan 2024, agak sedikit turun targetnya ya. Kita lihat tahun 2024 ini 99,8-an kalau tidak salah, tapi yang sekarang 99,47,” kata Tri, Selasa 20 Januari 2026.
Tri mengakui, kendala utama yang dihadapi adalah warga yang tidak lagi berdomisili di Cimahi.
Menurutnya, banyak dari mereka yang sulit dilacak karena alamat yang tercatat tidak lagi ditempati, atau mereka telah pindah tinggal ke luar kota bahkan luar daerah.
“Ternyata banyak warga yang mungkin sekarang ini tinggal sisa-sisa yang memang agak-agak sulit ya," tuturnya.
"Ada yang di luar kota, ada yang ditanyakan ke pengurus wilayahnya, enggak tahu domisilinya sekarang sudah tidak ada di tempat,” ujarnya.
Bahkan setelah memberikan surat panggilan, pihak DIsdukcapil menemukan bahwa sebagian besar warga yang belum merekam KTP-el tersebut secara faktual tidak lagi tinggal di wilayah Kota Cimahi.
"Untuk mengatasi tantangan tersebut, DIsdukcapil Kota Cimahi akan mengintensifkan program jemput bola pada tahun 2026," ucapnya.
Strategi ini diharapkan dapat menjangkau warga yang masih berdomisili namun belum sempat melakukan perekaman, serta memudahkan mereka yang mungkin memiliki kendala untuk datang ke kantor DIsdukcapil.
“Kita masih tetap mencoba di tahun 2026 ini, program kegiatan masih akan tetap memanggil dan akan jemput bola lebih diintensifkan lagi,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana


