Catat 107 Kasus Kanker Payudara di Cimahi, Dinkes Imbau Warga Deteksi Dini di Puskesmas

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat sebanyak 107 kasus kanker payudara pada perempuan hingga tahun 2024.

Catat 107 Kasus Kanker Payudara di Cimahi, Dinkes Imbau Warga Deteksi Dini di Puskesmas
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat sebanyak 107 kasus kanker payudara pada perempuan hingga tahun 2024.

INILAHKORAN.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat sebanyak 107 kasus kanker Payudara pada perempuan hingga tahun 2024.

Mengantisipasi peningkatan angka tersebut, pihaknya mendorong kaum perempuan untuk melakukan deteksi dini, mengingat semua 13 Puskesmas di kota sudah dilengkapi alat Ultrasonografi (USG) dan tenaga medis yang terlatih.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Cimahi, Dwihadi Isnalini menjelaskan bahwa kasus tersebut ditemukan melalui berbagai cara.

Menurutnya, ada beberapa perempuan langsung memeriksakan diri ke dokter, sedangkan yang lain menemukan benjolan sendiri dan kemudian berkonsultasi ke Puskesmas, yang selanjutnya merujuk ke dokter Onkologi di Rumah Sakit Cibabat atau rumah sakit lainnya.

"Kanker payudara dipicu oleh sejumlah faktor risiko, antara lain keturunan, pola hidup dan makan yang tidak sehat, serta paparan asap rokok yang mengandung zat karsinogenik (penyebab kanker)," kata Dwihadi, Kamis 18 Desember 2025.

"Faktor-faktor ini saling berinteraksi, jadi penting untuk mengawasi dan mengurangi risikonya," sambungnya.

Dwihadi menilai skrining dan deteksi dini merupakan langkah utama untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara.

"Ketika ditemukan pada stadium awal, peluang kesembuhan sangat tinggi. Oleh karena itu, kita minta semua perempuan untuk rutin memeriksa diri dan datang ke fasilitas kesehatan," ungkapnya.

Kabar baiknya, ungkap Dwihadi, semua Puskesmas di Cimahi sudah dilengkapi alat USG untuk mendeteksi kanker payudara. Bahkan, tenaga medisnya juga telah mendapatkan pelatihan dari Priangan Cancer Care, termasuk tenaga dari 13 klinik di kota.

"Alhamdulillah, fasilitas dan sumber daya sudah ada. Sekarang tinggal kesadaran masyarakat untuk memanfaatkannya," ujarnya. *** 


Editor : JakaPermana