CCTV Ungkap Jejak Terakhir Arya Daru Sebelum Meninggal, Tasnya Ditinggal di Rooftop
Polisi menyebut bahwa tas yang ditemukan di rooftop Gedung Kemlu diduga milik Arya Daru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Penyelidikan atas kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, terus berlanjut dengan temuan-temuan baru yang mengungkap jejak terakhirnya.
Salah satu petunjuk penting berasal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aktivitas Arya beberapa saat sebelum ia ditemukan meninggal dunia.
CCTV menunjukkan Arya sempat naik ke rooftop Gedung Kemlu sambil membawa sebuah tas, namun saat turun, tas tersebut sudah tidak lagi bersamanya.
Informasi ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Ia menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa rekaman CCTV dari 20 titik berbeda, termasuk area tempat tinggal Arya, lingkungan kerja, serta tempat-tempat yang sempat dikunjungi dalam tujuh hari terakhir.
“Korban diduga berada di rooftop Gedung Kemlu pada 7 Juli 2025 selama kurang lebih 1 jam 26 menit. Dalam rekaman CCTV, tampak korban naik sambil membawa tas, namun saat turun, tas tersebut sudah tidak dibawa,” kata Ade Ary.
tas yang terekam dalam CCTV tersebut akhirnya ditemukan oleh tim penyelidik pada 9 Juli 2025, satu hari setelah jasad Arya ditemukan. Lokasinya berada di rooftop lantai 12 Gedung Kemlu, persis di dekat tangga darurat.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menyampaikan bahwa isi tas tersebut cukup beragam. Di dalamnya terdapat laptop, pakaian yang baru dibeli, beberapa nota pembelian, alat-alat kantor, serta beberapa jenis obat-obatan.
“tas ditemukan di rooftop, isinya berupa laptop, pakaian baru, alat kantor, beberapa nota, dan obat-obatan. Jenis obat tidak bisa kami sampaikan karena bersifat pribadi,” jelas Reonald.
Barang-barang ini saat ini tengah dianalisis oleh tim forensik digital untuk menelusuri kemungkinan keterkaitannya dengan penyebab kematian Arya.
Polda Metro Jaya juga mengonfirmasi bahwa tim dari Direktorat Reserse Siber masih melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti digital, termasuk isi laptop dan rekaman CCTV yang berhasil dikumpulkan.
Proses ini dianggap krusial dalam mengungkap motif atau penyebab di balik kematian Arya Daru Pangayunan yang hingga kini masih misterius.
“Pemeriksaan digital masih berlangsung. Termasuk isi laptop dan komunikasi terakhir korban,” ujar Ade Ary.
Meski sejumlah petunjuk mulai mengerucut, pihak kepolisian belum mengumumkan kesimpulan terkait penyebab kematian Arya. Pihak keluarga dan publik masih menunggu hasil resmi penyidikan yang kini menjadi perhatian luas.
Editor : Firda Rachmawati


