Cerita Arsya Sahnan, Bocah Tiga Tahun Selamat dari Longsor Pasirlangu

Arsya Sahnan Saparudin, anak korban selamat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai terlihat ceria.

Cerita Arsya Sahnan, Bocah Tiga Tahun Selamat dari Longsor Pasirlangu
Arsya Sahnan Saparudin, anak korban selamat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai terlihat ceria./INILAHKORAN-Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID – Arsya Sahnan Saparudin, anak korban selamat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai terlihat ceria.

Bocah berusia tiga tahun itu terlihat tengah berlari-lari di Posko bencana longsor di halaman Kantor Desa Pasirlangu didampingi saudara-saudara orang tuanya yang meninggal dalam peristiwa pada Sabtu 24 Januari 2026 dini hari itu.

Kedua orang tua Arsya, Komarudin dan Epon, serta Tedri saudaranya meninggal dunia usai tertimbun longsor setelah sebelumnya sempat menyelelamatkan putra bungsunya itu.

Kini Arsya diasuh oleh bibinya Aas (26) beserta sejumlah kerabatnya. Ia terlihat mendapat banyak perhatian dari keluarganya.

Aas menuturkan, keponakannya itu sempat diselamatkan oleh Pak Toto yang tak lain merupakan saudara korban setelah sebelumnya didorong sang ayah (Komarudin) ke atas genting sebelum meninggal tertimbun material longsor.
 
"Pas uwa nya (Pak Toto) lompat ke belakang, Arsha didorong ke atas genteng, didorong sama bapaknya (Komarudin), lalu langsung diambil dan dibawa oleh Pak Toto," kata Aas saat ditemui di Posko Pengungsian Desa Pasirlangu, Senin 2 Februari 2026.
 
Ketika pertama ditemukan, ungkap Aas, kondisi Arsya sangat memprihatinkan dengan luka di bagian kepala dan kaki. Ia menduga, kondisi itu disebabkan benturan saat dia didorong ke atas genting.

Tak cuma kondisinya yang lemah, bocah malang itu juga sempat mengalami muntah-muntah sehingga langsung dibawa ke posko kesehatan yang ada di Desa Pasirlangu.

"Awalnya Arsya murung, tapi sekarang sudah mulai ceria dan mau bermain sama orang lain," ujar Aas yang kini menjadi orang tua angkat bagi keponakannya. 

Ia berharap Arsya bisa tumbuh menjadi anak yang soleh dan sukses, meskipun tak lagi bisa ditemani oleh orang tuanya. Arsya merupakan anak kedua dari dua bersaudara, kakaknya Tedri hingga saat ini belum ditemukan.

"Alhamdulillah untuk bantuan dari pemerintah sudah diterima berupa uang senilai Rp10 juta," ucapnya.
 
Kendari begitu, pihaknya berharap ada bantuan pendidikan untuk menunjang masa depan bocah yang kini berstatus yatim piatu itu.

"Bantuan lain seperti beasiswa untuk pendidikan Arsya belum tersedia, dan kami berharap mendapat dukungan lebih lanjut untuk kebutuhan sekolah anak tersebut," ujarnya.

Di tempat yang sama, kerabat lainnya Yayah (41) yang juga terlibat mengurus Arsya berharap semua kebutuhan keponakannya bisa terpenuhi.***
 


Editor : JakaPermana