Cibuluh Tekan Stunting dengan Cinta Itu Penting

Lurah Cibuluh Cucu Hanafi memaparkan strategis dirinya menekan angka stunting. Penanganan stunting itu mengacu kepada dua hal yaitu penanganan sensitif dan penanganan spesifik. 

Cibuluh Tekan Stunting dengan Cinta Itu Penting
Cucu memaparkan, sasaran edukasinya adalah remaja dan calon pengantin. Pihaknya mengundang calon pengantin untuk diberikan edukasi, karena salah satu pertimbangan calon pengantin, karena kalau mereka menikah belum genap di usia nikah ada risiko melahirkan anak stunting. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Lurah Cibuluh Cucu Hanafi memaparkan strategis dirinya menekan angka stunting. Penanganan stunting itu mengacu kepada dua hal yaitu penanganan sensitif dan penanganan spesifik. 

"Kami di wilayah fokusnya kepada penanganan sensitifnya karena yang spesifiknya sudah laksanakan oleh teman-teman Puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Kewenangan kami di wilayah terkait dengan penanganan sensitif, sehingga tadi muncul edukasi. Kewenangan kami di wilayah saat ini adalah bagaimana ke depan upaya fokus kepada pencegahannya," jelas Cucu, Rabu 7 Januari 2026.

Cucu memaparkan, sasaran edukasinya adalah remaja dan calon pengantin. Pihaknya mengundang calon pengantin untuk diberikan edukasi, karena salah satu pertimbangan calon pengantin, karena kalau mereka menikah belum genap di usia nikah ada risiko melahirkan anak stunting

"Sehingga kami objeknya tadi remajanya sekaligus dengan calon pengantinnya. Memberikan edukasinya bersama pihak KUA dan Puskesmas, jadi mudah-mudahan ketika calon pengantin sudah diedukasi resiko stunting, mudah-mudahan bisa mencegah. Langkah ini disebut Sosialisasi Edukasi Kesehatan Calon Pengantin/Remaja bersama KUA dan Puskesmas (Sehat Cantik Pas)," terang Cucu. 

Cucu menjelaskan, kemudian lagi ada kegiatan sub kedua Edukasi Ibu dan Balita Bebas stunting (Duta Besti). Kenapa ibu diberikan edukasi, kaitan dengan pengolahan makanan juga asupan gizinya disesuaikan dengan bagaimana tingkat kemampuan ekonomi masing-masing. 

"Kemudian ada Pemberian Makanan Pendamping untuk Anak stunting/beresiko stunting (Pemadam Asing). Pemberian makanan pendamping untuk anak stunting ini betul-betul kolaborasi antara Kampung KB kemudian dengan kader PKK dan Posyandu. Bagaimana kami bisa mengolah makanan sesuai dengan rekomendasi ahli gizi Puskesmas. Sehingga betul-betul ketika Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kami bagikan itu disesuaikan dengan kandungan gizi yang direkomendasikan," jelasnya. 

Cucu memaparkan, saat ini Cibuluh jumlah stunting tinggal 12 anak, tinggal menunggu lulus stunting saja. Meski kemarin bulan Agustus 2025 masih ada penambahan kasus 1 balita stunting

"Jadi cukup diangka 12 saja. Mudah-mudahan tiga sampai telatnya lima tahun ke depan Cibuluh angka stunting bdi bawah 5 lah. Tetapi yang paling penting buat kami, edukasi pencegahannya," pungkasnya. 


Editor : Doni Ramdhani