Cirebon Dikepung Banjir, Lima Kecamatan Terdampak Cukup Parah
Banjir besar tiba-tiba saja melanda sebagian wilayah di Kabupaten dan Kota Cirebon, Jumat malam 17 Januari sekira pukul 21.00 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - banjir besar tiba-tiba saja melanda sebagian wilayah di Kabupaten dan Kota Cirebon, Jumat malam 17 Januari sekira pukul 21.00 WIB.
Wilayah Kesambi, Kota Cirebon terendam sampai sepinggul orang dewasa. Paling parah, terjadi di lima kecamatan yang ada wilayah Kabupaten Cirebon, di antararanya Beber, Sumber, Weru, Talun dan Kecamatan Tengah Tani. Sementara, Kecamatan Tengah Tani terdampak cukup parah.
Rilis yang dikeluarkan BPBD Kabupaten Cirebon, Sabtu 18 Januari 2024 menyebutkan, Desa Dawuan di Kecamatan Tengah Tani adalah lokasi yang paling parah. Ada 495 KK dan 1.930 warga terdampak karena 484 rumah mereka terendam parah. Sementara di Kecamatan Sumber, banjir menerjang Kelurahan Watubelah dan mengakibatkan 121 rumah terendam, 100 KK dan 500 jiwa terdampak.
Ironisnya, di Desa Dawuan, ketinggian air saat banjir datang mencapai hampir 1,5 meter. Malahan beberapa mobil dijalan raya yang terjebak banjir, hanyut karena tidak kuat menahan derasnya air. Sama seperti tahun kemarin, banjir ini kabarnya karena intensitas hujan yang cukup tinggi, termasuk di wilayah Kabupaten Kuningan.
"Ini karena meluapkan sungai cipager, ditambah hujan dengan intensitas tinggi dan cukup lama," aku Kalak BPBD Kabupaten Cirebon, Deni Nur Cahya.
Sementara Sekda Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai yang stanby sejak banjir datang, mengaku salut dengan kinerja tim. Menurutnya, seluruh pemangku kebijakan, baik itu unsur dinas, dunia usaha ataupun personal yang tergabung dalam tim TRC, bahu membahu menyelesaikan permasalahan banjir khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon.
"Ini Perlu segera adanya normalisasi sungai, dari mulai hulu hingga ke hilir wilayah Cirebon," ungkapnya.
Sekda menambahkan, saat ini
Kebutuhan sanitasi dan air minum serta logistik makanan siap saji, sudah terdistribusikan termasuk pembagian selimut. Sedangkan beberapa mobil yang hanyut, sudah diangkut dishub dan mekanisme pengambilannya sedang dilakukan koordinasi.
"Tenaga kesehatan terus stanby dibantu semua tim yang terlibat. Saya ucapkan terima kasih kepada semua dinas terkait yang sampai saat ini terus waspada, karena ditakutkan akan ada banjir susulan mengingat cuaca masih mendung," tukas Hilmy. (maman suharman)
Editor : Firda Rachmawati

