Creative Financing Strategi Baru Pembangunan Kota
Pemerintah Kota Bogor mulai membuka berbagai jalur alternatif melalui skema pembiayaan kreatif atau creative financing.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi Kota Bogor untuk berhenti membangun. Pemerintah Kota Bogor mulai membuka berbagai jalur alternatif melalui skema pembiayaan kreatif atau creative financing. Tujuannya agar pembangunan tetap berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Berbagai inovasi pembiayaan itu menjadi langkah untuk menghadirkan program strategis, salah satunya di sektor lingkungan melalui pembangunan instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028. Kehadirannya diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang persoalan sampah di Kota Bogor.
"Salah satunya dalam pengelolaan sampah, Kota Bogor akan memiliki instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik pada awal tahun 2028. Tinggal hal yang harus dipikirkan adalah menumbuhkan, mendorong, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam retribusi persampahan yang benar," ungkap Dedie, Rabu (22/7).
Menurut dia, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menyiapkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Dedie menyebut, pembangunan Kota Bogor harus diarahkan agar tetap tumbuh sebagai kota hijau (green city) yang mampu memberikan ruang hidup nyaman bagi masyarakat di masa depan.
"Saya berharap Kota Bogor dapat terus berkembang sebagai kota hijau (green city) yang mampu menopang kehidupan generasi penerus, sesuai dengan motto Kota Bogor, 'Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga'. Apa yang kita nikmati hari ini adalah jerih payah para pendahulu. Apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati oleh generasi mendatang. Ini menjadi hal yang perlu kita perjuangkan," papar Dedie.
Upaya mencari sumber pembiayaan alternatif membawa Kota Bogor mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kota Bogor meraih apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori creative financing.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 se-Wilayah Jawa dan Bali dalam sejumlah kategori, termasuk pengendalian inflasi, penurunan pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, serta pembiayaan kreatif.
Dedie mengatakan, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak harus selalu bergantung pada pendapatan asli daerah, pajak, maupun retribusi.
"Penghargaan tersebut menjadi bukti, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak, maupun retribusi, tetapi juga dapat didukung melalui berbagai sumber pembiayaan alternatif yang dikelola secara inovatif," jelasnya.
Menurutnya, Kota Bogor kini berada dalam jajaran daerah yang dinilai mampu mengembangkan skema pembiayaan pembangunan secara kreatif.
"Alhamdulillah, Kota Bogor bersama Surabaya dan Semarang dinilai sebagai yang terbaik dalam pengelolaan creative financing. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan solusi-solusi pembiayaan pembangunan yang inovatif," pungkas Dedie. (rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran

