Curhat Atalia Praratya Viral, Ini Pesan Buya Yahya Hadapi Luka Perselingkuhan dengan Hati yang Tegar
Buya Yahya memberikan pesan untuk seorang istri dalam menghadapi luka akibat perselingkuhan agar hati tegar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Baru-baru ini, publik dihebohkan oleh curahan hati Atalia Praratya, istri dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Isu yang menyebutkan dugaan perselingkuhan Ridwan Kamil dengan seorang model majalah dewasa bernama Lisa Mariana menyebar luas di media sosial.
Dalam kondisi penuh tekanan, Atalia menyampaikan isi hatinya kepada seorang tokoh agama, Syekh Yazen Alhakimi, melalui pesan WhatsApp.
Dalam pesannya, Atalia menyiratkan harapannya agar rumah tangganya bisa tetap utuh di tengah badai isu yang menerpa.
"Waalaikumsalam syeikh. InsyaAllah kami kuat, ustaz," tulis Atalia, menunjukkan ketegaran meski hatinya tengah diuji.
Menanggapi fenomena ini, Buya Yahya—pemimpin LPD Al Bahjah—melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV memberikan nasihat kepada para istri yang menghadapi kenyataan pahit diselingkuhi. Ia mengingatkan bahwa perselingkuhan berpotensi menjerumuskan pada dosa besar, termasuk perzinahan.
Menurut Buya Yahya, tidak ada yang salah ketika seorang istri berkonsultasi atau mengadu kepada tokoh agama saat dilanda masalah rumah tangga. Namun, beliau menyarankan agar kata-kata yang digunakan tetap menjaga martabat dan aib keluarga.
"Hati-hati ya, ada rambu-rambu dalam bertanya," ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa istilah "selingkuh" seringkali menjadi hal yang sensitif dan perlu dipahami konteksnya.
"Selingkuh itu berarti melakukan keharaman, hal yang tidak diridhai Allah SWT. Maka, harus dilihat dulu bentuknya seperti apa," tegasnya.
Jika benar telah terjadi perzinahan, menurut Buya Yahya, suami harus dinasihati dan diajak bertaubat. Namun bila tetap mengulang perbuatan maksiat, istri memiliki tanggung jawab untuk menjaga dirinya dan anak-anak dari dampak negatif, bahkan bila perlu menjauh demi kebaikan semua pihak.
"Kalau tidak ada perubahan, Anda harus menjauh agar tidak ikut terjerumus atau meniru. Naudzubillah," pesannya.
Tak hanya itu, beliau juga mengingatkan dampak psikologis terhadap anak-anak ketika mengetahui konflik rumah tangga orang tua mereka.
"Kalau sudah tidak bisa dibenahi, lebih baik pisahkan secara perlahan agar anak tidak menjadi korban," sarannya.
Meski begitu, Buya Yahya tetap mengimbau para istri untuk tetap istiqomah dan tidak langsung menyerah dalam mempertahankan rumah tangga.
“Setelah melalui proses menasihati, ingatkan, bahkan undang orang lain untuk menasehati. Bukan langsung menyerah. Di situlah letak perjuangan kita sebagai istri, sebagai pendakwah dalam keluarga,” pungkasnya.
Kisah Atalia Praratya bukan hanya menggambarkan luka seorang istri, tetapi juga menggugah banyak perempuan untuk tetap kuat dan bijak dalam menyikapi badai dalam rumah tangga. Pesan Buya Yahya menjadi pengingat bahwa di tengah duka, tetap ada ruang untuk harapan, perbaikan, dan kebijaksanaan.
Editor : Firda Rachmawati

