Dadang Supriatna Coret Belanja Gak Penting Akibat Pengurangan Anggaran

Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN Pemkab Bandung fokus melaksanakan program yang berkaitan dengan visi misi dan 57 rencana aksi pada tahun 2026 ini. 

Dadang Supriatna Coret Belanja Gak Penting Akibat Pengurangan Anggaran
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN Pemkab Bandung fokus melaksanakan program yang berkaitan dengan visi misi dan 57 rencana aksi pada tahun 2026 ini. 

INILAHKORAN.ID-Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN Pemkab Bandung fokus melaksanakan program yang berkaitan dengan visi misi dan 57 rencana aksi pada tahun 2026 ini. 

Selain itu, Dadang jug mengumumkan rencana evaluasi menyeluruh terhadap setiap program atau belanja yang diusulkan oleh OPD. Ia menegaskan bahwa berbagai program yang dinilai tidak terlalu penting akan langsung dicoret, dan anggarannya akan dialihkan untuk mendukung pelaksanaan belanja visi misi. 

"Saya minta kita fokus kepada belanja visi misi dan 57 rencana aksi. Ini harus terwujud. Kita fokus menyelesaikan janji politik kepada rakyat," kata Dadang di Soreang, Selasa 27 Januari 2026.

Menurut Dadang, tantangan yang dihadapi Pemkab Bandung saat ini tidaklah ringan, mengingat Kabupaten Bandung menghadapi pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang mencapai hampir Rp 1 triliun. 

Pengurangan TKD sebesar hampir Rp 1 triliun itu berimbas kepada menurunnya APBD Kabupaten Bandung yang awalnya ditargetkan sebesar Rp 7,3 triliun, tahun ini menjadi hanya Rp 6,2 triliun. 

"APBD kita berkurang Rp 1,1 triliun karena ada pengurangan TKD hampir Rp 1 triliun. Oleh karena itu, kaitan rencana belanja 2026 ini saya minta prioritaskan belanja visi misi. Belanja dinas yang tidak terlalu penting coret saja," ujarnya.

Dadang menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran APBD harus diarahkan pada hal-hal yang menjadi prioritas utama yang menjadi janji politik pasangan Bupati Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb.

"Di tengah pemotongan TKD yang signifikan, kita harus pintar-pintar mengatur belanja agar janji politik yang telah kami sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung tetap bisa terealisasikan," katanya.
 
Sebagai langkah konkret, Dadang secara khusus menginstruksikan agar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) untuk memprioritaskan semua usulan program yang berkaitan erat dengan visi misi dan janji politik pasangan Bedas tersebut. 

"Saya minta Bapperida fokus untuk mengevaluasi setiap usulan program. Belanja yang tidak penting, alihkan untuk hal-hal mendesak seperti pembangunan RSUD Cimenyan dan pembangunan jalan dan jembatan," ujarnya.

Tak hanya fokus pada program prioritas dan belanja visi misi, Kang DS juga menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran pada Triwulan 1 (TW 1) tahun ini dengan target mencapai serapan total minimal sebesar Rp 500 miliar. 

"Saya minta kepada dinas-dinas yang sudah ekspos kepada saya, untuk segera melakukan percepatan penyerapan anggaran. Kita harus memastikan bahwa setiap program yang sudah disetujui bisa segera direalisasikan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," katanya.***


Editor : JakaPermana