Dadang Supriatna: Memuliakan Guru Ngaji Banyak Manfaatnya

Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna hadir di tengah-tengah anak yatim di lingkungan Masjid Besar Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jumat 22 Maret 2024 lalu.

Dadang Supriatna: Memuliakan Guru Ngaji Banyak Manfaatnya
Saat itu, Dadang Supriatna menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Pemberian santunan itu bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling (Tarling) Bupati Bandung bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bandung. Hadir pula unsur Forkopimcam Pangalengan dan para camat serta kepala desa di daerah pemilihan VII Kabupaten Bandung tersebut. (istimewa)

INILAHKORAN, Soreang - Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna hadir di tengah-tengah anak yatim di lingkungan Masjid Besar Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jumat 22 Maret 2024 lalu.

Saat itu, Dadang Supriatna menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Pemberian santunan itu bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling (Tarling) Bupati Bandung bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bandung. Hadir pula unsur Forkopimcam Pangalengan dan para camat serta kepala desa di daerah pemilihan VII Kabupaten Bandung tersebut. 

Sebelum melaksanakan salat sunat tarawih di Masjid Besar Kecamatan Pangalengan, Dadang Supriatna menyosialisasikan pelaksanaan zakat fitrah sebesar Rp40.000 per orang untuk besaran zakat fitrah adalah 2,5 kg atau 3,5 liter per orang. Zakat fitrah wajib dikeluarkan setiap muslim pada bulan Ramadan sebelum shalat Idul Fitri. Zakat fitrah berupa bahan makanan pokok yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, Dadang Supriatna pun merespons aspirasi masyarakat di Kecamatan Pangalengan yang mengharapkan perbaikan jalan dari bundaran Pangalengan sampai Pintu.

"Insya Allah tahun ini selesai," katanya. 

Di hadapan jamaah salat sunat tarawih, Dadang juga menyosialisasikan program guru ngaji dengan anggaran Rp109 miliar. 

"Memuliakan guru ngaji maupun para ulama banyak manfaatnya. Ketika kita melakukan transaksi dengan Allah SWT, Allah SWT memudahkan usaha kita. Dibuktikan  pendapatan asli daerah (PAD) yang awalnya Rp960 miliar naik jadi Rp1,3 triliun. Kemudian APBD Kabupaten Bandung dari Rp4,6 triliun naik jadi Rp7,4 triliun. Itu bukti kekuasaan dan kebesaran Allah SWT," ujarnya.

Dadang memberikan edukasi kepada masyarakat Pangalengan dan sekitarnya. Ia menyebutkan,13 desa yang ada di Kecamatan Pangalengan semuanya desa wisata.

"Desa wisata dapat menunjang ekonomi masyarakat," katanya.

Dari 48 desa di Kabupaten Bandung, di antaranya 13 desa di Kecamatan Pangalengan mendapatkan dana bagi hasil (DBH) dari pengelolaan panas bumi. 

"DBH panas bumi itu bisa meningkatkan pembangunan di Kecamatan Pangalengan," ujarnya.

Dadang pun mengungkapkan bahwa dirinya bakal memberikan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) sebesar Rp250 juta untuk pengelolaan dan pemeliharaan Masjid Besar Kecamatan Pangalengan. 

Dadang menginformasikan kepada masyarakat, selama 2 tahun 11 bulan menjabat Bupati Bandung sudah menerima 313 penghargaan dari pemerintah pusat, provinsi dan pihak lainnya. 

"Penghargaan ini saya persembahkan kepada masyarakat Kabupaten Bandung," katanya.

Menurutnya, masyarakat Pangalengan pun mendapatkan kemudahan untuk pelayanan kesehatan yaitu dengan adanya RSUD Bedas Cimaung. 

Dadang juga berencana membangun SMPN 5 Pangalengan tahun ini. Selain itu mengusulkan pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan SMA Negeri di Kecamatan Pangalengan untuk meningkatkan kualitas pendidikan maupun sumber daya manusia.

"Tersedianya prasarana sarana pendidikan akan meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Pangalengan," ujarnya. 

Dadang mengungkapkan bahwa warga yang sebelumnya mengalami miskin ekstrem di Kecamatan Pangalengan, saat ini sudah mulai berkurang. 

"Miskin ekstrem mulai berkurang, dan berharap hilang miskin ekstrem kedepan. Untuk mengurangi miskin ekstrem, salah satu solusinya adalah melalui program," katanya. (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani