Dalam Sujudku, Sebuah Film yang Mengungkap Makna Kesetiaan dan Cinta Sejati

Dalam Sujudku merupakan sebuah film terbaru dari Project69 yang telah menyajikan tayangan khusus sebelum merambah bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026. 

Dalam Sujudku, Sebuah Film yang Mengungkap Makna Kesetiaan dan Cinta Sejati

INILAHKORAN.ID - Derap langkah mengejar karir, seringkali seseorang terlena dan melupakan apa yang sesungguhnya menjadi pondasi kebahagiaan.  Inilah inti yang ingin disampaikan film berjudul Dalam Sujudku.

Dalam Sujudku merupakan sebuah film terbaru dari Project69 yang telah menyajikan tayangan khusus sebelum merambah bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026. 

Tak hanya sekadar drama yang menggugah air mata, film bergenre keluarga karya sutradara Rico Michael ini merupakan perjalanan emosional yang menyentuh akar-akar hubungan manusia.
 
Cerita berfokus pada sosok Farid yang diperankan Marcell Darwin dan Aisyah yang diperankan Vinessa Inez, pasangan yang dulu mendulang kebahagiaan bersama dua buah hati kecil. 

Namun, ketika karir Farid melesat tinggi, ia terpaksa berpindah dan bekerja di Jakarta, meninggalkan keluarga di belakang. Di lingkungan kerja baru, kedekatan dengan rekan timnya Rina yang diperankan Naura Hakim perlahan-lahan menggerus fondasi cinta yang dulu kokoh.
 
Meskipun jauh dari pasangannya, Aisyah merasakan getaran tidak nyaman yang mengiringi setiap kabar dari Farid. Ketika kepercayaan akhirnya hancur dan Farid memilih untuk hidup baru dengan Rina, luka dalam dirinya tampak tak mungkin sembuh. 

Tapi cerita tak berhenti di sana, ibarat aliran sungai yang terus mencari jalan, setiap karakter menghadapi konsekuensi pilihan mereka dengan berbagai warna konflik yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
 
Vinessa Inez menghidupkan sosok Aisyah bukan sebagai figur korban yang lemah, melainkan perempuan yang bertarung dengan segala kekuatan untuk berdiri tegak. 

"Aisyah berusaha tegar meskipun hatinya diguncang situasi yang rumit," ujarnya. 

Yang paling memukau, ungkap Vinessa, sosok Aisyah ini membawa sisi pemaaf yang tak terduga, sebuah sifat yang membuat setiap penonton terhenyak sekaligus terpesona.
 
Sementara itu, Chika Waode sebagai sahabat Aisyah hadir sebagai angin segar dalam lautan kesedihan. 

"Aku selalu mencoba menghangatkan suasana karena Aisyah tengah terjebak dalam badai konflik," jelasnya, menambahkan bahwa sutradara memberikan kebebasan improvisasi yang membuat setiap dialog terasa hidup dan alami.
 
Tak kalah menarik adalah transformasi Dennis Adhiswara yang lebih dikenal dengan peran kocaknya, kali ini tampil sebagai seorang Kyai, memberikan dimensi baru dalam kemampuan aktingnya.
 
Sutradara film Dalam Sujudku, Rico Michael mengaku ide cerita lahir dari curhatan seorang teman, dan ia langsung terpikat dengan kompleksitas karakter utama. 

"Farid ini lelaki yang pasrah, seolah membiarkan segala sesuatu terjadi, sementara Aisyah tetap menyayanginya meskipun telah jelas dikhianati, itu adalah realitas yang ada di sekitar kita," ujar sutradara yang juga menjadikan Cimahi, Jakarta, dan Garut sebagai lokasi syuting.
 
Meskipun poster dan trailer terdengar mengarah pada drama religi, Rico menegaskan bahwa fokus film bukan pada aspek religius, melainkan pada perjuangan mempertahankan keluarga. 

"Beberapa adegan mampu mengubah emosi penonton, dari kemarahan terhadap ketidakberanian Farid menjadi rasa iba ketika ia menghadapi kehancuran yang diciptakan sendiri," paparnya.
 
Proses pembuatan soundtrack juga menjadi bagian unik dari film ini. Alih-alih menggunakan lagu populer yang sudah ada, tim produksi membuat lagu khusus melalui ajang pencarian bakat Dalam Sujudku Voice Hunt. 

"Musik harus mampu menyampaikan emosi mendalam, dan Mamu Black Sweet sebagai pengarah musik berhasil memberikan sentuhan yang tepat," ucapnya.
 
Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menjadi bagian tak terpisahkan dari Dalam Sujudku. Rektor Unjani, Prof. Agus Subagyo, menyampaikan bahwa film ini sangat spesial lantaran sebagian lokasi syuting berlangsung di kampusnya, mulai dari Gedung Rektorat hingga Kampus Fisip dengan banyak melibatkan dosen, mahasiswa, dan karyawan.
 
"Kesan utama dari film ini adalah kesetiaan dan kesabaran seorang istri yang mampu menerima pasangannya apa adanya," ujar Prof. Agus. 

Ia juga mengajak penonton untuk menjadikan Aisyah sebagai contoh terbaik dan menghindari sikap seperti Farid. Pengalaman pertama berperan dalam film tanpa persiapan khusus juga membuatnya merasa sangat antusias. 

"Kami sangat mendorong para sutradara dan produser untuk memilih Unjani sebagai lokasi syuting, mengingat gedung-gedung kami yang futuristik dan instagramable," tambahnya.
 
Diproduseri Donnie Syech, Dalam Sujudku bukan sekadar hiburan semata. Ia hadir sebagai cermin bagi setiap orang untuk merenungkan makna keluarga, kesetiaan, dan pilihan yang akan membentuk masa depan. ***
 


Editor : Ahmad Sayuti