Dari Dapur Maksum, Sumpia Udang Menyebar hingga ke Palembang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Maman Suharman
INILAH, Cirebon- Usaha sumpia udang milik Maksum di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mampu mencatatkan produksi hingga satu ton per hari. Pasarnya menembus Jawa Timur hingga Palembang.
Bau gurih udang rebon yang berpadu dengan rempah-rempah mengepul lembut dari sudut rumah Maksum. Sejak tahun 2000, pria paruh baya ini mendedikasikan hari-harinya untuk meracik sumpia udang, camilan renyah berukuran kecil yang kini menjadi denyut nadi ekonomi keluarganya dan para tetangga.
Dulu, Maksum melintasi hari-hari awal usahanya dengan tangan kosong dan alat seadanya. Tidak ada mesin, hanya ketekunan dan tangan terampil yang membungkus adonan tepung terigu, tepung panir, serta udang rebon pilihan.
Seiring berjalannya waktu, gurih dan renyahnya sumpia buatan Maksum memikat lidah lebih banyak orang.
"Saya mulai produksi sejak tahun 2000. Dulu masih sederhana, sekarang sudah menggunakan alat semi modern supaya produksinya bisa lebih banyak,” kata Maksum, Selasa (8/9).
Demi menjawab permintaan yang terus melompat tinggi, ia perlahan menghadirkan mesin semi modern ke dalam rumah produksinya. Kini, dapur sederhana itu mampu mencatatkan angka produksi yang mencengangkan: satu ton setiap harinya.
Di balik renyahnya setiap gigitan sumpia yang dibanderol Rp115 ribu per kemasan lima kilogram itu, ada tangan-tangan warga sekitar yang ikut berdaya.
Maksum melibatkan para tetangga dalam tiap jengkal prosesnya, mulai dari meracik adonan, menggoreng hingga tahap pengemasan akhir.
Kelezatan camilan bercita rasa gurih, asin dengan sentuhan manis ini tidak lagi sekadar singgah di meja-meja warga Cirebon. Sumpia udang Maksum telah melanglang buana menyeberang pulau, mengisi deretan toko oleh-oleh di Blitar, Kediri, Tuban, Gresik, Surabaya, Lamongan, hingga jauh ke Palembang.
“Kami bukan hanya melayani permintaan pasar di sekitar Cirebon, tetapi juga sudah merambah berbagai daerah,” ujarnya.
Namun, Maksum mengaku masih menghadapi kendala ketersediaan bahan baku dan pengiriman produk. Gangguan pasokan bahan dapat memengaruhi produksi, sedangkan pemasaran ke luar daerah membutuhkan jaringan distribusi yang lancar.
Di tengah berbagai kendala tersebut, Maksum menargetkan produknya dapat menembus pasar internasional. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan pendampingan serta fasilitasi ekspor kepada pelaku UMKM.
Pemerintah Kecamatan Talun menilai usaha sumpia udang tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang perlu dikembangkan.
Camat Talun, Agustino Alamsyah mengatakan wilayahnya memiliki banyak pelaku UMKM dari sektor kuliner, kerajinan, dan produk kreatif.
Editor : Inilahkoran

