Dari Ruang Riset Menuju Dunia Industri
UNPAD mendorong inovasi kampus menembus industri. Sebanyak 25 tim terpilih mengikuti pendampingan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Sebuah inovasi yang lahir dari ruang kuliah atau laboratorium kampus membutuhkan lebih dari sekadar gagasan cemerlang. Agar bisa memberi manfaat lebih luas, ide tersebut perlu diuji, dikembangkan menjadi produk, dan menemukan jalan untuk diterapkan di tengah masyarakat maupun industri.
Upaya itulah yang ingin didorong Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui program DEEPX Unpad Hackathon 2026. Sebanyak 25 tim terpilih kini memasuki tahap pendampingan setelah melewati proses seleksi proposal. Mereka datang membawa beragam gagasan dan solusi teknologi yang berpeluang dikembangkan menjadi produk nyata.
Pertemuan perdana atau kick-off meeting bagi 25 tim tersebut digelar di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Sabtu (31/10). Kegiatan ini menjadi awal rangkaian pembinaan untuk mengarahkan inovasi peserta agar tidak berhenti sebagai hasil penelitian atau proyek akademik, tetapi dapat berlanjut menuju hilirisasi dan penerapan di industri.
Kepala Kantor Kawasan Sains dan Teknologi Unpad, Dr. Eng. Uji Pratomo, M.Si., mengatakan, 25 tim tersebut terpilih dari 54 proposal yang masuk dari berbagai institusi.
Sebanyak 18 tim berasal dari Unpad, dua tim dari Universitas Negeri Makassar, dua tim dari Universitas Andalas, serta masing-masing satu tim dari Universitas Muhammadiyah Bandung, Politeknik Negeri Jember, dan Universitas Negeri Lampung.
Menurut Uji, DEEPX tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk menentukan pemenang. Program ini dirancang sebagai ruang bagi para peserta untuk mengembangkan inovasi yang telah dirintis di lingkungan kampus.
Melalui pertemuan dan pendampingan, peserta diharapkan dapat saling bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta membuka peluang kemitraan. Bahkan, kolaborasi antartim menjadi salah satu hal yang ingin dibangun agar inovasi yang dikembangkan memiliki kesempatan lebih besar untuk diterapkan.
“Kompetisi ini bukan hanya untuk mencari pemenang dari 25 tim yang terpilih. Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah agar produk inovasi peserta tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dikembangkan, bermitra, bahkan berkolaborasi dengan sesama peserta,” ujar Uji, seperti dikutip dari kanal resmi Unpad. (gin)
Editor : Inilahkoran

