Dindik Jatim Perkuat Akses Kerja Lulusan SMA

Dindik Jatim Perkuat Akses Kerja Lulusan SMA
BURSA KERJA: Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai berfoto bersama kepengurusan Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Jatim.(ANTARA/HO-BIDHUMAS POLDA JATIM)

INILAH, Surabaya - Menyelesaikan pendidikan di bangku SMA atau SMK bukan berarti perjalanan seorang murid langsung berujung pada pekerjaan.

Setelah menerima ijazah, mereka masih harus menghadapi tantangan berikutnya: menemukan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan industri.

Persoalan inilah yang menjadi perhatian Dinas Pendidikan Jawa Timur. Sekolah dinilai tidak cukup hanya membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan. Mereka juga perlu dibantu mendapatkan akses informasi, pelatihan, hingga kesempatan memasuki dunia kerja.

Karena itu, Dindik Jatim mendorong Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Langkah ini diharapkan membuka lebih banyak pintu kesempatan kerja bagi lulusan SMA dan SMK.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, kepengurusan FBKK yang baru memiliki tantangan untuk memperkuat hubungan antara sekolah dan perusahaan. Kemitraan yang semakin luas diharapkan berbanding lurus dengan bertambahnya peluang kerja bagi lulusan.

“Harapan kami, melalui kepengurusan FBKK yang baru ini, semakin banyak jejaring kerja yang dapat dibangun, semakin luas kemitraan yang bisa dijalin, dan semakin terbuka peluang kerja bagi murid-murid kita,” ujar Aries, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (1/11).

Menurut dia, perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat kompetensi lulusan harus terus disesuaikan. Sekolah perlu memahami keterampilan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan agar pendidikan tidak berjalan sendiri tanpa memperhatikan perkembangan dunia kerja.

Dalam konteks tersebut, Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah dan FBKK memiliki posisi strategis sebagai penghubung. Keduanya diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyampaian informasi lowongan, tetapi juga aktif membangun hubungan dengan perusahaan, asosiasi industri, hingga lembaga pelatihan.

Manfaat kemitraan itu harus bisa dirasakan langsung oleh murid. Mulai dari kemudahan memperoleh informasi lowongan pekerjaan, mengikuti proses rekrutmen, mendapatkan program pemagangan, hingga pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri. (gin)


Editor : Inilahkoran