Revitalisasi Sekolah Serap Pekerja

Revitalisasi Sekolah Serap Pekerja
PERBAIKAN SEKOLAH: Seorang pekerja beraktivitas di halaman SDN Jetak, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang menerima Program Revitalisasi Tahap I.(ANTARA/GUNAWAN.)

INILAH, Blora - Pembangunan dan perbaikan sekolah tidak hanya membawa perubahan bagi dunia pendidikan. Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, program revitalisasi ratusan sekolah juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Di balik aktivitas pembangunan ruang kelas dan pembenahan fasilitas pendidikan, ada ribuan warga lokal yang ikut terlibat. Mereka mendapatkan kesempatan bekerja sekaligus memperoleh penghasilan dari program yang bertujuan memperbaiki kualitas sarana pendidikan tersebut.

Sebanyak 2.040 tenaga kerja lokal terserap dalam program revitalisasi 136 satuan pendidikan di Kabupaten Blora sepanjang 2026. Program ini didukung anggaran sebesar Rp85,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sandy Tresna Hadi mengatakan, pelaksanaan revitalisasi sengaja melibatkan masyarakat di sekitar sekolah penerima bantuan. Setiap satuan pendidikan rata-rata menyerap 15 hingga 25 pekerja lokal.

"Anggaran yang kami terima dari program revitalisasi sekolah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp85,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," kata Sandy di Kudus, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (1/11).

Pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 31 satuan pendidikan menerima bantuan revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp19,7 miliar. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 465 tenaga kerja lokal mendapatkan kesempatan bekerja.

Rinciannya, 225 pekerja terlibat dalam revitalisasi 15 sekolah dasar (SD), 45 orang di tiga sekolah menengah pertama (SMP), serta 195 orang di 13 taman kanak-kanak (TK).

Penyerapan tenaga kerja meningkat pada tahap kedua. Sebanyak 105 satuan pendidikan menerima bantuan dengan alokasi anggaran sekitar Rp66 miliar. Tahap ini melibatkan 1.575 tenaga kerja lokal. (gin)


Editor : Inilahkoran