Disbudpar Kab. Cirebon Dikejar Target
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon mencatat realisasi kunjungan wisatawan pada semester I 2026 (Januari– Juni) baru mencapai sekitar 571 ribu kunjungan. Angka ini setara setara 42 persen dari target tahunan 1,36 juta orang.
Capaian tersebut dinilai belum optimal sehingga diperlukan dorongan lebih kuat pada semester kedua.
“Target kunjungan wisatawan sepanjang 2026 ditetapkan sekitar 1,36 juta orang, naik 10 persen dari capaian 2025 yang tercatat 1.236.125 kunjungan,” ungkap Kadis Budpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, Minggu (1/11).
Fajar menjelaskan, capaian semester pertama masih menjadi pekerjaan rumah pihaknya. Pasalnya, hingga semester pertama 2026, realisasi kunjungan baru berada di kisaran 42 persen dari target tahunan atau sekitar 571 ribu kunjungan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk mengejar target 1,36 juta hingga akhir tahun,” ujar Fajar.
Menurut data Disbudpar lanjutnya, jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 1.236.125 orang, terdiri dari 1.222.608 wisatawan domestik dan 13.517 wisatawan mancanegara.
Angka tersebut naik 12,68 persen dibanding 2024 yang tercatat sekitar 1.097.029 kunjungan.
“Jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 1.236.125 orang, naik 12,68 persen dibanding 2024 yang tercatat sekitar 1.097.029 kunjungan,” terangnya.
Fajar menyebutkan, Kabupaten Cirebon saat ini memiliki 39 destinasi wisata dan 90 desa wisata. Namun, banyaknya destinasi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kunjungan.
“Potensi kita besar, ada 39 destinasi dan 90 desa wisata. Tapi kunjungan masih menjadi PR. Kami terus mendorong promosi, terutama lewat ajang seperti West Java Tourism Exchange, agar desa wisata lebih dikenal di tingkat nasional,” paparnya.
Dia menegaskan, pengembangan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat desa menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik dan memperpanjang masa tinggal wisatawan.
“Wisata tidak bisa berdiri sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak agar destinasi lebih atraktif dan wisatawan punya alasan untuk datang kembali,” pungkasnya.
(maman suharman)
Editor : Inilahkoran

