Dari Rumah Karakter Menemukan Arah
SEBELUM anak mengenal dunia, keluarga menjadi tempat pertama mereka belajar. Dari rumah, rasa aman dan karakter mulai tumbuh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Rumah semestinya menjadi tempat pertama yang dicari anak ketika dunia terasa terlalu ramai. Di sana, mereka bukan hanya menemukan tempat untuk pulang, tetapi juga ruang untuk bercerita, didengar, dan diterima.
Pesan itulah yang kembali ditekankan Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Orang tua dinilai memiliki peran penting dalam membangun pendidikan dan karakter anak, terutama ketika tantangan kehidupan dan perkembangan teknologi semakin beragam.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung Panca Dewa Agus Setyawan mengatakan bekal terbaik bagi anak tidak selalu berbentuk materi. Ada pengetahuan, keterampilan, pendidikan, dan kecerdasan yang dapat menemani anak jauh lebih lama dalam perjalanan hidupnya.
“Harta dan materi yang diberikan kepada anak pada akhirnya dapat habis, sebaliknya pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan merupakan bekal yang dapat digunakan anak sepanjang hidupnya,” katanya di Temanggung, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (9/9).
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan bertema “Menjadikan Rumah Aman untuk Kesehatan Mental dan Karakter Anak” yang berlangsung di Pendopo Pengayoman Temanggung.
Kegiatan itu membawa perhatian kembali kepada sesuatu yang sering kali paling dekat, tetapi justru mudah terlewat: keluarga.
Rumah tidak cukup hanya memiliki dinding, pintu, dan ruang untuk beristirahat. Bagi anak, rumah juga perlu menjadi tempat yang aman untuk menyampaikan apa pun yang mereka rasakan.
Ada cerita tentang kegembiraan. Ada pula cerita tentang ketakutan, kesulitan, kegagalan, bahkan persoalan yang mungkin belum mampu mereka pahami sendiri.
Karena itu, Panca mengingatkan orang tua untuk menjadi pendengar yang baik.
Menurutnya, ketika anak mulai memilih bercerita kepada orang lain karena merasa tidak menemukan ruang yang cukup di rumah, orang tua perlu bertanya kembali tentang hubungan yang selama ini dibangun bersama anak.
“Kita harus selalu menjadi rumah bagi anak-anak kita. Ketika mereka pulang, mereka bisa bercerita, mengungkapkan rasa bahagia maupun susah mereka. Jangan sampai anak-anak kita justru lebih memilih bercerita atau curhat kepada orang di luar rumah, karena hal itu dapat membahayakan karakter dan mental mereka,” katanya. (gin)
Editor : Inilahkoran

