Revitalisasi Sasar 54 Sekolah

Revitalisasi Sasar 54 Sekolah
DAMPINGI BUPATI: Kepala Disdikpora Donggala Ansyar (kiri) saat mendampingi Bupati Donggala Vera Elena Laruni (tengah) berkunjung ke SMP Negeri 2 Banawa.

INILAH, Donggala - Ruang kelas yang layak menjadi bagian penting dari perjalanan seorang anak menuntut ilmu. Dinding yang kokoh, toilet yang memadai, hingga ruang kesehatan dan administrasi yang berfungsi baik bukan sekadar fasilitas, tetapi bagian dari lingkungan yang ikut menentukan kenyamanan belajar.

Kondisi itu kini mendapat perhatian di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Sebanyak 54 satuan pendidikan di daerah tersebut menerima alokasi program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun anggaran 2026.

Program tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Donggala Ansyar Sutiadi mengatakan penerima program terdiri atas 15 sekolah dasar (SD), 19 sekolah menengah pertama (SMP), dan 20 taman kanak-kanak (TK).

Bagi sekolah-sekolah tersebut, revitalisasi bukan hanya tentang memperbaiki bangunan yang terlihat rusak. Lebih jauh, program ini menjadi upaya menata kembali ruang-ruang tempat anak menghabiskan sebagian waktunya untuk belajar dan bertumbuh.

Untuk jenjang SD dan SMP, anggaran yang telah tersalurkan mencapai Rp28,4 miliar. Rinciannya, Rp11,4 miliar untuk 15 SD dan Rp17 miliar untuk 19 SMP.

“Jadi 15 SD itu total anggarannya sebanyak Rp11,4 miliar dan 19 SMP mencapai Rp17 miliar,” kata Ansyar di Banawa, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (9/9).

Sementara itu, revitalisasi untuk TK dan pendidikan anak usia dini (PAUD) masih berjalan. Dari 20 TK penerima, sebanyak 16 sekolah telah memasuki proses pencairan dana, sedangkan empat sekolah lainnya masih menunggu penyaluran anggaran dari Kemendikdasmen.

Besaran bantuan setiap sekolah tidak dibuat seragam. Rata-rata mencapai sekitar Rp1 miliar, tetapi nilainya disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. (gin)


Editor : Inilahkoran