Peralta Menatap Bara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Mariano Peralta berada dalam pusaran takdir yang unik menjelang lawatan Persib Bandung ke markas Persija Jakarta.
Beberapa bulan lalu, nama Mariano Peralta santer dikabarkan akan mengenakan jersey oranye khas Macan Kemayoran. Negosiasi intens sempat terjadi, dan kepindahannya ke ibu kota tampaknya tinggal menunggu waktu.
Namun, takdir sepak bola sering kali memiliki jalurnya sendiri yang tak tertebak. Benang merah negosiasi itu terputus, dan dalam sebuah kejutan bursa transfer, Peralta justru memilih berlabuh ke pangkuan sang rival abadi, Maung Bandung.
“Iya. Memang ada negosiasi, tapi saya (sekarang) berada di sini (Persib),” kata Peralta kepada wartawan, Rabu (9/9).
Kini takdir membawanya kembali ke Jakarta. Bukan sebagai pahlawan baru publik ibu kota, melainkan sebagai musuh di atas lapangan hijau.
Peralta jadi andalan lini depan Persib untuk kembali menaklukkan Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9) mendatang.
Peralta menatap pertandingan ini dengan kedewasaan seorang profesional sejati. Ia enggan mengungkit masa lalu atau alasan di balik kegagalan transfernya ke Persija. Baginya, romansa negosiasi itu sudah tutup buku. Fokusnya kini hanya satu: memberikan segalanya demi lencana Persib di dadanya.
Pemain yang mengenakan nomor punggung 10 di Persib ini tidak ingin mengungkapkan lebih jauh mengenai alasannya hingga akhirnya batal bergabung dengan Persija.
“Ini bukan saatnya membicarakan hal itu,” tegasnya.
Peralta memastikan saat ini lebih fokus membela Persib. Apalagi dia tahu pertandingan ini memiliki makna besar bagi timnya serta para Bobotoh seperti di negaranya antara River Plate dan Boca Juniors.
“Ya, benar. Ini sangat penting seperti yang saya katakan sebelumnya, tapi kami akan mencoba untuk melakukan yang terbaik dan bisa memenangkan pertandingan ini,” tuturnya.
Pemain yang sebelumnya membela Borneo FC Samarinda ini pun memiliki keyakinan tinggi Persib bisa mengalahkan Persija meski bertindak sebagai tim tamu.
“Iya, tentu saja, tentu saja (yakin bisa kalahkan Persija),” ucap Peralta.
Sementara itu, Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menargetkan kemenangan saat Macan Kemayoran menjamu Persib.
Pertandingan Persija melawan Persib menjadi laga kandang pertama Macan Kemayoran musim ini sekaligus ujian penting bagi Shin Tae-yong untuk membawa timnya tampil lebih baik.
STY-sapaannya mengatakan duel melawan Persib memiliki arti penting karena Persija akan bermain di hadapan pendukung sendiri di SUGBK.
“Saya juga menganggap ini sebagai pertandingan yang sangat penting,” katanya.
Persija membawa modal kemenangan 1-0 atas Borneo FC pada pekan pertama Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9).
Namun, STY menilai performa Rizky Ridho dan rekan-rekannya dalam pertandingan tersebut baru mencapai sekitar 50 persen dari kemampuan tim.
Menurutnya, Persija terlalu banyak melakukan kesalahan, terutama dalam distribusi bola, sehingga sejumlah aspek taktikal tidak berjalan sesuai rencana.
“Untuk pertandingan kemarin melawan Borneo FC, kami hanya bisa menunjukkan sekitar 50 persen dari kemampuan kami karena kami sendiri melakukan terlalu banyak kesalahan,” pungkasnya. (muhammad ginanjar/bsf)
Editor : Inilahkoran

