Dari Turnamen Lahir Talenta

Dari Turnamen Lahir Talenta
TKA PEKALONGAN: Para siswa SMP di Pekalongan sedang mengikuti pembelajaran Tes Kemampuan Akademik di Pekalongan, belum lama ini.(ANTARA/HO-HUMAS KOTA PEKALONGAN)

INILAH, Sumenep - Lapangan sepak bola kembali menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan. Di Sumenep, Jawa Timur, 23 tim sekolah dasar bersiap bertanding dalam turnamen antarsekolah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Turnamen yang dimulai 1 Oktober 2026 itu tak sekadar menjadi ajang pertandingan. Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin menghidupkan kembali gairah olahraga di kalangan pelajar sekaligus menemukan talenta muda yang berpotensi berkembang menjadi pemain sepak bola.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kompetisi tersebut menjadi langkah awal pembinaan sepak bola dari tingkat sekolah dasar. Setelah itu, turnamen akan dilanjutkan untuk jenjang SMP dan SMA.

“Turnamen antarpelajar ini kami mulai pada 1 Oktober 2026. Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar dulu, dan selanjutnya untuk jenjang pendidikan berikutnya, yakni SMP dan SMA,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (28/9).

Kompetisi kali ini diperuntukkan bagi pemain berusia di bawah 13 tahun. Usia muda menjadi titik awal untuk melihat kemampuan sekaligus potensi pemain yang kelak dapat berkembang lebih jauh.

Stadion Ahmad Yani pun akan menjadi tempat bertemunya para pelaku sepak bola. Guru olahraga, pemilik klub, pengurus KONI, hingga Askab PSSI akan ikut melihat langsung performa para pemain.

“Semua insan bola, guru olahraga setiap jenjang sekolah, pemilik klub, pengurus KONI dan Askab PSSI akan duduk bareng di Stadion Ahmad Yani untuk melihat performa dan talenta pemain kita,” ujar Fauzi.

Menurut dia, penampilan para pemain selama turnamen dapat menjadi bahan evaluasi pembinaan sepak bola ke depan. Gelaran Oktober itu sekaligus menjadi momentum untuk menilai talenta pemain sepak bola putra daerah.

Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola antar-SD, Dedy Apri Wibowo, mengatakan persiapan kompetisi telah rampung. Lapangan siap digunakan dan 23 tim telah memastikan diri untuk bertanding.

“Alhamdulillah kondisi lapangan siap, dan 23 tim juga siap berlaga. Kami dari Forum Komunikasi Guru PJOK SD siap menyemarakkan turnamen ini,” katanya.

Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari. Para peserta akan melewati penyisihan grup sebelum berlanjut ke semifinal dan final.

Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, kompetisi tersebut bukan sekadar kegiatan olahraga sekolah. Ada harapan lebih panjang yang ingin ditanamkan melalui pertandingan di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan mengatakan, keberadaan pemain muda memiliki peran penting bagi masa depan sepak bola daerah. (gin)


Editor : Inilahkoran