DAS Waduk Saguling Menyusut, Petani Batujajar Manfaatkan untuk Tanam Palawija saat Kemarau

Sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang semula tergenang air, kini mulai kering akibat musim kemarau yang tengah terjadi.

DAS Waduk Saguling Menyusut, Petani Batujajar Manfaatkan untuk Tanam Palawija saat Kemarau
Onang Hidayat misalnya, petani asal Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar ini mengaku terpaksa menggarap lahan di permukaan Waduk Saguling lantaran sawah yang biasa digarap kering karena tidak teraliri air sejak beberapa bulan terakhir. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang semula tergenang air, kini mulai kering akibat musim kemarau yang tengah terjadi.

Salah satunya air di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terus menyusut. Namun, kondisi permukaan waduk yang menyusut tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam.

Onang Hidayat misalnya, petani asal Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar ini mengaku terpaksa menggarap lahan di permukaan Waduk Saguling lantaran sawah yang biasa digarap kering karena tidak teraliri air sejak beberapa bulan terakhir. 

 "Biasanya garap sawah sewa tapi sekarang lagi kering, gak ada air dari dua bulan lalu," kata lansia berusia 71 tahun ini, Jumat 23 Agustus 2024.

"Padahal baru sekali panen, terus udah tanam musim kedua keburu kemarau jadinya gak ke panen," sambungnya.

Onang menuturkan, melihat permukaan Waduk Saguling yang surut, dirinya sengaja menanam berbagai jenis palawija yang mudah dan cepat dipanen. 

"Sekarang baru nanam cabai sama ubi jalar. Nanti rencananya mau jagung juga buat tahun baru. Mudah-mudahan airnya gam cepet naik lagi biar kepanen," tuturnya.

Berdasarkan data PT PLN Indonesia Power UBP Saguling selaku pengelola waduk Saguling mencatat, penurunan muka air waduk telah mendekati batas bawah normal. 

Tinggi muka air Waduk Saguling saat ini adalah 636 meter, sementara batas bawah adalah 625 meter. 

Manager Sipil dan Lingkungan UBP Saguling, Prajamukti Ediatmaja mengatakan, secara pola operasi waduk tahunan, kondisi Tinggi Muka Air Waduk ini masih dalam Batas Operasi Normal Waduk Saguling. 

"Dalam pengoperasian PLTA, tiap bulan UBP Saguling berkoordinasi dengan 3 pengelola waduk, BMKG, PLN P2B, dan BBWS selaku regulator dalam forum TKPBKC," katanya.

Prajamukto mengungkapkan, dalam forum tersebut disepakati kondisi ketersediaan air yang ditentukan berdasarkan rencana produksi UBP Saguling dan 2 PLTA lainnya dengan memperhatikan kebutuhan pengairan di Waduk Jatiluhur. 

"Akibat kondisi penurunan itu, operasional PLTA ikut berpengaruh terutama dalam jumlah pengoperasian turbin," ungkapnya.


Editor : Doni Ramdhani