Dasilitasi Deminstrasi, Kapolda Metro Jaya Akan Bangun Taman Demokrasi

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran berencana membangun satu tempat yang dinamakan Taman Demokrasi.

Dasilitasi Deminstrasi, Kapolda Metro Jaya Akan Bangun Taman Demokrasi
Dasilitasi Deminstrasi, Kapolda Metro Jaya Akan Bangun Taman Demokrasi

INILAHKORAN,Bandung- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran berencana membangun satu tempat yang dinamakan Taman Demokrasi.

Tempat tersebut dibuat atas inisiatifnya untuk mengurangi aksi unjuk rasa dan memfasilitasi para demonstran.

Hal ini tak lain karena menurutnya aksi unjuk rasa merupakan salah satu hal yang disorot dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca Juga: Suporter Cantik Menangis Karena Indonesia Kalah dari Thailand, Netizen: Kalah Taruhan Sepertinya

"Di tahun 2022, Polda Metro Jaya akan menghadirkan Taman Demokrasi. Ini semua untuk meningkatkan indeks demokrasi di ibu kota,” kata Fadil Imran dikutip dari PMJ News, Kamis, 30 Desember 2021.

“Jadi, mereka yang ingin melakukan unjuk rasa perlu mendapatkan tempat dan ruang. Kami akan FGD dan siapkan ruang," sambung Fadil.

Lebih lanjut, Fadil mengungkapkan bahwa pihaknya telah memilih sejumlah lokasi untuk dijadikan Taman Demokrasi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Garut Tersisa Empat, BOR Turun Drastis

Fadil Imran berharap, dengan adanya Taman Demokrasi sebagai fasilitas dalam menyuarakan hak-hak demokrasi, dapat tercipta kondisi yang aman untuk warga Jakarta.

"Ada beberapa titik yang disepakati, mereka yang mau unjuk rasa ya silakan disana. Di masa pandemi ini, semoga tercipta Jakarta yang damai, adem, serta bisa saling menhargai kebebasan berpendapat," tuturnya.

Fadil menyebut terdapat 1.261 aksi demonstrasi yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan yang paling banyak terjadi di bulan Maret 2021.

Baca Juga: BMKG Mencatat Ada 13 Gempa Susulan di Maluku Barat Daya

"Isu yang turut menjadi sorotan ialah unjuk rasa, sebanyak 1.261 aksi terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Terendah di Juli, tertinggi di Maret. Karena Juli itu terjadi peningkatan Covid-19," pungkas Fadil.***


Editor : inilahkoran