Daya Tampung SPMB Jabar 2026 Capai 109,93 Persen

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, daya tampung Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SMP dan MTs.

Daya Tampung SPMB Jabar 2026 Capai 109,93 Persen
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, daya tampung Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SMP dan MTs, yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas. 

Bahkan, kapasitas penerimaan sekolah di Jawa Barat disebut mencapai 109,93 persen dari total jumlah lulusan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menegaskan, pelaksanaan SPMB 2026 akan dijalankan secara transparan dengan mengedepankan prinsip keadilan dan integritas.

Maka dari itu, seluruh pemangku kepentingan diminta terlibat aktif menyukseskan proses penerimaan murid baru tahun ini.

“Melalui komitmen bersama, bahwa kita ingin menyelenggarakan SPMB ini secara akuntabel, adil, tanpa diskriminasi, dan penuh dengan integritas,” kata Purwanto dalam Kickoff SPMB 2026, Senin (18/5/2026).

Ia mengungkapkan, jumlah lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat pada 2026 mencapai 826.996 siswa, sementara total daya tampung SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi.

Menurut Purwanto, kondisi tersebut menunjukkan peluang siswa untuk melanjutkan pendidikan masih sangat terbuka, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Daya tampung kita itu cukup karena mencapai 109,93 persen. Jadi, daya tampung untuk SMA, SMK, Madrasah Aliyah Negeri dan swasta di Jawa Barat ini sesungguhnya cukup. Maka 826.996 lulusan SMP, MTS sesungguhnya kalau mau melanjutkan itu insyaallah tertampung baik di negeri maupun di swasta,” sambungnya.

Ia merinci, total kapasitas sekolah negeri di Jawa Barat mencapai 363.067 kursi. Jumlah tersebut terdiri atas 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, serta 21.000 kursi Sekolah Maung yang tersebar di SMA Negeri dan SMK Negeri penyelenggara program unggulan tersebut.

Selain itu, terdapat 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang turut menopang daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat.

“Negerinya ada 363.067, terdiri dari 195.344 orang untuk SMA Negeri, SMK negerinya 124.217 orang. Kemudian SMA Negeri dan SMKN Maung itu ada 21.000 daya tampungnya se-Jawa Barat. Madrasah Aliyah Negeri ada 21.888,” jelasnya.

Sementara itu, kapasitas sekolah swasta justru lebih besar dibanding sekolah negeri. Total daya tampung sekolah swasta di Jawa Barat mencapai 546.116 kursi, yang meliputi SMA swasta, SMK swasta, dan Madrasah Aliyah swasta.

“Dan swasta ini daya tampungnya lebih besar dari sekolah negeri, sebesar 546.116 terdiri dari SMA swasta, SMK swasta, dan Madrasah Aliyah swasta,” ungkap Purwanto.

Dengan komposisi daya tampung tersebut, sekolah negeri hanya mencakup sekitar 43 persen dari total kapasitas pendidikan menengah di Jawa Barat. Karena itu, Pemprov Jabar memastikan keterlibatan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam kebijakan SPMB 2026.

“Jadi, berapa daya tampung sekolah negeri di Provinsi Jawa Barat ini mencapai 43 persen dan sisanya daya tampungnya ada di sekolah swasta,” katanya.

Purwanto menegaskan, Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan skema kerja sama dengan sekolah swasta untuk memastikan tidak ada anak putus sekolah, terutama dari keluarga kurang mampu.

“Kita juga membuat sekolah swasta kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta di Provinsi Jawa Barat dan menjamin semua anak-anak miskin di Provinsi Jawa Barat akan ditanggung oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bersekolah di negeri maupun di swasta,” tandasnya. ***


Editor : JakaPermana