Dedi Mulyadi Berpesan, Kadin Organisasi Pengusaha yang Profesional, Bukan Premanisme

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan bahwa organisasi Kamar Dagang dan Industru (Kadin) merupakan organisasi pengusaha yang profesional, bukan premanisme.

Dedi Mulyadi Berpesan, Kadin Organisasi Pengusaha yang Profesional, Bukan Premanisme
Dedi Mulyadi Berpesan, Kadin Organisasi Pengusaha yang Profesional, Bukan Premanisme

INILAHKORAN, BandungGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan bahwa organisasi Kamar Dagang dan Industru (Kadin) merupakan Organisasi Pengusaha yang Profesional, bukan Premanisme.

Pernyataan Dedi Mulyadi pun sikap akan adanya upaya pembubaran Musprov Kadin Jabar di The Luxury Trans Bandung pada Senin 3 Maret 2025 lalu.

Seperti diketahui, saat itu, ratusan orang yang mengenakan pin Kadin meringsek masuk dan meminta Musprov ke VIII Kadin Jawa Barat dihentikan.

"Organisasi Kadin merupakan Organisasi Pengusaha yang Profesional, bukan Premanisme," kata Dedi Mulyadi kepada wartawan, Sabtu, 22 Maret 2025.

Ia pun berkomitmen membangun iklim usaha yang baik di Jawa Barat dengan menghilangkan pungutan investasi, menghilangkan Premanisme, membangun infrastruktur dan membangun sistem ketenagakerjaan yang baik.

Dedi Mulyadi pun meminta, para pengudaha di Jawa Barat harus menyayangi lingkungan dan menyayangi para pegawainya.

"Jangan sampai telat bayar THRnya. Kalau saya sudah kasih THR warga Jawa Barat melalui penghapusan denda pajaknya," ujarnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novian Bakrie bersama Dedi Mulyadi, pun dalam pertemuan tersebut membahas komitmen bersama dalam membangun iklim investasi yang lebih baik di Jawa Barat.

"Kami ingin memastikan bahwa Kadin Jawa Barat seperti Kadin Indonesia, harus kompak dan solid dalam membangun investasi yang baik," ucap Anindya Novian Bakrie.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini Kadin Jabar dipimpin oleh Agung Suryamal sebagai penerima SK Caretaker, dan segera melaksanakan Musprov ke VIII Kadin Jawa Barat.

Kadin tentu akan senang kalau misalnya Jawa Barat kompak dan formalitasnya bisa dilaksanakan tapi yang penting jadi mitra strategis pemerintah," tegas Anindya Novian Bakrie.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan