Dedi Mulyadi Bidik Pemulihan Lahan Kritis Jabar, Punclut Jadi Prioritas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi optimistis, mampu mengembalikan fungsi lahan di Jawa Barat yang telah mengalami alih fungsi dan degradasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi optimistis, mampu mengembalikan fungsi lahan di Jawa Barat yang telah mengalami alih fungsi dan degradasi.
Upaya antisipasi kerusakan lingkungan itu menjadi salah satu fokus utama Dedi sejak awal menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Salah satu contoh degradasi lahan yang paling dekat dengan pusat pemerintahan Jawa Barat berada di kawasan wisata Punclut, Cidadap, Kabupaten Bandung Barat.
“Kami paham, paling dekat berada di Punclut. Kan habis (degradasi lahannya). Itu jadi fokus kami,” kata Dedi di Kota Bandung, Selasa 30 Desember 2025.
Menurut Dedi, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan identifikasi kepemilikan lahan di kawasan Punclut. Langkah tersebut menjadi krusial, karena selama ini Pemprov kerap menemui kendala akibat status lahan yang sudah berubah menjadi milik perorangan.
Ia menilai, kondisi tersebut berbeda dengan degradasi lahan di kawasan perkebunan atau hutan, yang kepemilikannya relatif jelas berada di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perhutani.
“Kami sedang identifikasi tanahnya milik siapa. Kesulitan selama ini kan tanahnya sudah jadi milik pribadi. Kalau perkebunan atau hutan kan gampang, tinggal ke PTPN dan Perhutani. Itu yang sedang berjalan saat ini,” tuturnya.
Jika proses identifikasi kepemilikan rampung, Dedi menegaskan pihaknya akan menemui para pemilik lahan untuk membuka ruang penghijauan kembali. Ia optimistis pemulihan lingkungan dan penghijauan di Jawa Barat dapat terwujud dalam lima tahun masa kepemimpinannya.
“Saya akan temui pemilik untuk kami hijaukan. Saya optimistis bisa (terwujud penghijauan di Jawa Barat),” katanya.
Dedi menyebut upaya penanganan degradasi lahan akan dilakukan secara lebih masif mulai tahun depan, meski saat ini sejumlah langkah sudah berjalan, seperti penanaman pohon di lahan kritis, normalisasi sungai, dan penataan kawasan rawan banjir.
“Kami terus bergerak. Banjir di Bandung dan Cirebon, selain memang langganan, itu karena ada kesalahan tata ruang. Kami perbaiki tata ruang Januari nanti, kami bahas agar ada perubahan di Jawa Barat,” tuturnya.
Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), sekitar 1,2 juta hektare dari total 3,5 juta hektare kawasan hijau di Jawa Barat telah mengalami degradasi. Sementara itu, luas kawasan hutan Jabar juga terus menyusut, dari sekitar 800 ribu hektare menjadi hanya 400 ribu hektare.***
Editor : JakaPermana

